Selasa, 21 Oktober 2014 Pukul 02:39:05

KOTSiswa JambiAJAMBI- Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum menyampaikan, pendidikan di Jambi terlihat terus berkembang, demikian juga prestasi para siswanya. Sehingga dapat bersaing dengan siswa-siswa dari provinsi lain di Indonesia. Siswa SLTA dari Jambi semakin siap bersaing untuk memperebutkan kursi di perguruan tinggi favorit di Indonesia. Ini merupakan bukti pendidikan di Jambi tidak tertinggal dengan daerah lain.

Hardiknas1Hal ini diungkapkan Wagub usai upacara bendera dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di lapangan Kantor Gubernur Jambi, R.abu (2/5). Bertindak sebagai Komandan Upacara Mayor CKU (K) Ike Yosie Roselin dari Korem 042/Gapu Jambi.

Hardiknas2Dukungan pemerintah Provinsi Jambi terhadap dunia pendidikan, dijelaskan Wagub, salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi para siswa berprestasi, dan kepada siswa dari keluarga tidak mampu, mulai dari tingkat SD hingga SLTA dan jenjang S1 hingga S3 melalui dana satu milyar satu kecamatan (SAMESAKE).

Hardiknas6Wagub pada kesempatan itu membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Mohammad Nuh. Mendikbud menyampaikan rasa  syukur karena  bidang kebudayaan  telah kembali ke “rumah besar” pendidikan  setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak  bisa dipisahkan dari pendidikan.

foto-foto : humas pemprovfoto-foto : humas pemprovDemikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna  dan nilai  yang  sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya. Sudah tentu tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan dalam  pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Disamping itu, tegas Mendikbud, sebagaimana telah sama-sama dipahami  bahwa kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan nonfisik (termasuk kebudayaan dan peradaban) semakin tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut  memunculkan dominasi peradaban tertentu, benturan antarperadaban atau terbentuknya konvergensi peradaban.

Dalam kaitan dengan inilah, peran dunia pendidikan menjadi penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan atas jati diri dan karakter bangsa.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, Drs H Idham Cholid ME, kepada sejumlah wartawan menyampaikan, bahwa tantangan terbesar dunia Pendidikan di Provinsi Jambi saat ini adalah mensukseskan program pendidikan karakter. Program Pendidikan Karakter ini bukanlah mata pelajaran  baru, tetapi sebuah program dalam pendidikan di Indonesia.

Pemerintah berusaha menanamkan nilai-nilai karakter bangsa itu untuk dilaksanakan setiap hari, dengan cara melatih dan melaksanakan serta mencontohkan kepada para siswa, semua yang terlibat dalam dunia pendidikan harus melakukan itu, ujarnya.

Seperti gotong royong, semua pelaku pendidikan harus mencontohkan melakukan gotong royong, begitu juga dengan pendidikan lainnya, seperti pendidikan Pancasila, pendidikan tentang moral dan yang lainnya, para pelaku pendidikan harus melaknakan. Hal ini harus dilakukan kerena pendidikan karekter ini, saat ini dirasakan semakin menurun, karenanya harus dibangun kembali, tegas Kadisdikbud Provinsi Jambi.

Berkaitan dengan perkembang pendidikan di Jambi, menurut Kadisdikbud, anak-anak di Jambi memiliki kemampuan, ini terbukti anak-anak mampu bersaing di tingkat nasional, sebagaimana tahun 2011 ada tujuh prestasi yang berhasil diraih anak-anak Jambi, yang berhasil menduduki peringkat satu, dan untuk juara dua, tiga dan harapan jumlahnya tidak terhitung, jelasnya.

Disamping dalam ujian nasional Jambi berada pada peringkat 10 besar nasional, bahkan untuk Sumatra Jambi berada pada peringkat tiga, kemudian anak-anak dari Jambi juga mampu bersaing dalam memperebutkan peluang masuk ke perguruan tinggi favorit di Indoneasia, tambahnya.

Menurut Kadisdikbud Provinsi Jambi, yang lebih membanggakan bagi Jambi, dimana salah satu alumni SMA di Jambi bisa berhasil menjadi lulusan terbaik di ITB, dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan di Jerman karena yang bersangkutan mendapat bea siswa dari Pemerintah Jerman. Namun dengan semua itu tidak boleh berpuas diri.

”kita tidak boleh berpuas diri atas emua prestasi tersebut, karena kedepan persaingan pada dunia pendidikan ini semakin berat, salah satunya untuk meningkatkan partisipasi pendidikan menengah,” Karena untuk partisipasi pendidikan menangah di Jambi saat ini masih dibawah 70 persen, kalau untuk pendidikan dasar Jambi sudah 100 persen, disamping perluasan akses dan keterjangkauan yang sudah berhasil, namun keberlangsungan pendidikan harus diperjuangkan, karena sesuai data yang ada masih ada kurang lebih 13 persen anak-anak di Jambi yang putus sekolah, ini yang harus dikejar, jelas Idham Kholid.

Penyebab masih kurangnya partisipasi pendidikan di Jambi menurut Kadisdikbud Provinsi Jambi, diantaranya dikarenakan sebenarnya perbandingan jumlah anak dengan sekolah (kelas) yang tersedia sudah cukup, namun yang menjadi persoalannya adalah persebarannya, distribusinya. Dimana anak-anak yang usia sekolah alamatnya tidak sama dengan lokasi sekolah, sehingga bagi keluarga yang kurang mampu ini yang menjadi persoalan untuk melanjutkan, ujar Idham Kholid. (infojambi.com/rel humas pemprov jambi)