Rabu, 30 Juli 2014 Pukul 04:42:44

MUARA BUNGO – Kabupaten Bungo menduduki peringkat ketiga  jumlah buta aksara tertinggi diantara sebelas kabupaten/kota se-provinsi Jambi. Sebanyak 4.101 orang dari 60 ribuan murid Sekolah Dasar sedarajat di kabupaten Bungo tidak bias membaca Alquran.

Pencapaian yang tidak bagus tersebut menempatkan kabupaten Bungo di urutan ke tiga setelah kabupaten Merangin dan Tanjung Tabung Barat. Meski data yang disebutkan tersebut belum angka pasti, namun wakil bupati Bungo, H. Mashuri mengaku khawatir. Menurutnya, perlu dilakukan pembenahan system pendidikan pengajaran Alquran.

“Saya yakin dengan data ini. Data ini kan diambil dari seluruh UPTD juga. Kenapa kita harus membantahnya,” ujar Wabup saat melakukan rapat koordinasi (rakor) mengatasi persoalan buta aksara Alquran, di ruang pola kantor bupati Bungo, Kamis (24/05).

Dalam rakor yang mengumpulkan seluruh element terkait, seperti Dinas Pendidikan, Kemenag, KUA seluruh kecamatan, UPTD, seluruh pengawas SD, MUI, Lembaga Adat Melayu, NU dan Muhammadiyah kemarin, Wabup menegaskan kepada seluruh yang hadir untuk tidak melakukan pembelaan terhadap data tersebut.

“Yang penting sekarang ini kita mencari solusinya, bagaimana cara mengatasinya,” tegas Mashuri.

Dikatakannya lagi, limit waktu yang diberikan oleh Gubernur Jambi untuk menyampaikan verifikasi data ulang terhadap yang telah disampaikan tersebut bukan hanya sekedar mencari muka agar terlihat lebih baik.

“Jangan mentang-mentang dikasih waktu memperbaiki datanya, sewaktu pelaporannya sudah tidak ada lagi yang buta aksara Alquran di Bungo. Itu juga sangat tidak baik. Karena sekali lagi saya katakan data sekarang ini sudah benar,” lugasnya lagi. 

Dari hasil rakor kemarin, wabup memberikan intruksi kepada seluruh sekolah dasar di Bungo untuk benar-benar menerapkan pelajaran muatan lokal pembelajaraan baca tulis Alquran. (infojambi.com/mub)