Sabtu, 19 April 2014 Pukul 15:48:58

MUARABUNGO — Meski harga bahan bakar minyak (BBM) belum ditetapkan naik oleh pemerintah, namun kini harganya di tingkat eceran di Kabupaten Bungo rata-rata sudah menginjak angka Rp 7 ribu per liter. Keadaan ini dimanfaatkan para pelangsir, sehingga membuat mereka “panen” duit.

Dengan harga Rp 4.500,- per liter para pelangsir menjual BBM pada pengecer dengan harga Rp 6.500,- per liter. Artinya mereka dapat untung Rp 2 ribu tiap liternya. Dengan keadaan seperti itu para pelangsir bisa mendapat uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Meski tidak mendapatkan BBM dalam julmah banyak di SPBU, para pelangsir masih bisa berulang kali mengangkut BBM dari SPBU yang sama ke pengecer. Ironisnya lagi, meski tim pengawas BBM telah dibentuk dan bertugas di SPBU, namun praktik itu aman-aman saja.

Modus lain yang digunakan pelangsir adalah ikut antre di SPBU lain untuk mengelabui petugas, sehingga tidak mengetahui praktek itu. Dari hasil pantauan, kebanyakan pelangsir menggunakan mobil pribadi.

Para pengecer mengaku saat ini mulai kesulitan mendapatkan BBM dari SPBU untuk dijual kembali ke masyarakat. Itu makanya mereka terpaksa membeli pada pelangsir, meski dengan harga yang relatif mahal.

Seorang pengecer menyatakan dalam sehari paling banyak mendapat 50 liter BBM. Itupun harus antre berganti-ganti SPBU. Untuk itu pengecer memilih membeli pada para pelangsir yang merupakan pemain lama.

“Kami beli sama pelangsir saja sudah mahal, bagaimana mungkin kami tidak menaikkannya lagi ?” ungkap seorang pengecer di sekitar SPBU Paal 2 Muara Bungo, Senin siang tadi. (infojambi.com/MUB)