Kamis, 24 Juli 2014 Pukul 07:34:29

KOTAJAMBI - Pemkab Bungo dan Pemkot Jambi dinilai lamban dalam mengelola dana satu miliar satu kecamatan (samisake) yang digulirkan Pemprov Jambi. Akibatnya, hingga kini Pemprov Jambi belum mentranfers dana Samisake 2013 ke Pemkab Bungo dan Pemkot Jambi, karena administrasinya belum lengkap.

Kepala Unit Pengelola Teknis Bappeda (UPTB) Provinsi Jambi, Edy Soekarno, Senin (8/4), mengatakan, Pemprov Jambi sudah mentransfer dana samisake ke sembilan pemerintah kabupaten/kota. Dana yang belum ditransfer hanya ke Pemkot Jambi dan Pemkab Bungo.

“Ada keterlambatan penyerahan surat pernyataan kesanggupan mengelola samisaske dari kepala daerah Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Kami nilai keduanya lamban membuat draf program pengelolaan dan peruntukan dana samisake tersebut,” kata Edy.

Disebutkan, batas waktu penyerahan surat kesanggupan melaksanakan samisake tahun anggaran 2013 adalah 1 Maret. Namun, kedua kepala daerah baru menyerahkan pada 7 Maret. Akibat keterlambatan itu akan membawa implikasi dalam aturan hukum dan akutansi.

“Agar nanti tidak jadi temuan BPK, redaksi surat kesanggupannya kita minta diubah, dari kata diterima menjadi ditandatangani. Tanggalnya tetap 7 Maret 2013,” ujar Edy.

Edy mengaku optimis pengelolaan dan serapan samisake tahun 2013 lebih baik dari tahun sebelumnya sekitar 85 persen. Ia minta dana samisake digunakan tepat sasaran dan transparan dalam pengelolaannya. (infojambi.com/MUB)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait