Rabu, 23 April 2014 Pukul 16:37:33

KOTA JAMBI – Setelah mantan Bupati Tanjungjabung Timur, Abdullah Hich ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sabak, kali ini giliran Mantan Walikota Jambi dan Mantan Ketua DPRD serta mantan Kepala dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jambi ditetapkan jadi tersangka oleh Kejati Jambi, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp1,2 miliar.

Asisten Tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Masyrobi mengatakan, setelah diekspos kasus dugaan korupsi pengadaan mobil damkar Pemerintah Kota Jambi, penyidik menemukan tiga orang yang paling bertanggungjawab atas proyek tersebut.

“ini hasil ekspos kejaksaan ditemukan pelanggaran tindak pidana korupsi dan ada perbuatan melawan hukum sehingga kasus ini ditingkatkan statusnya. Ketiga orang yang bertanggungjawab atau menjadi tersangka kasus mobil damkar tersebut adalah Arifien Manap mantan Walikota Jambi, Zulkifli Somad mantan Ketua DPRD Kota Jambi dan mantan kepala dinas Damkar, Arifuddin Yasak,” ujar Masyrobi, rabu (02/05).

Masyrobi mengungkapkan, ketiga mantan pejabat Kota Jambi tersebut ditetapkan menjadi tersangka karena dinilai  yang paling bertanggungjawab atas proyek pengadaan mobil damkar sebanyak dua unit untuk Pemerintah Kota Jambi. Ada 4 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi yang terlibat pengadaan mobil pemadam kebakaran tersebut, yaitu kabupaten Tebo, Batanghari dan Tanjung Jabung Timur serta Kota Jambi.

“Saat ini ada beberapa Kejari di lingkungan Kejati Jambi yang tengah melakukan pemeriksaan kasus pengadaan mobil Damkar tersebut dan penyelidikan di daerah itu langsung dilakukan oleh masing-masing Kejari,” ungkap Masyrobi.

Untuk penangganannya maka Kejaksaan Tinggi Jambi minta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran tersebut dengan meningkatkan statusnya ketahap penyidikan dan mencari siapa yang bertanggungjawan atas kasus tersebut.

Sekedar mengingatkan, secara nasional kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran yang merugikan negara mencapai Rp 97,02 miliar itu melibatkan mantan menteri dalam negeri Hari Sabarno yang didakwa telah mengarahkan supaya gubernur, bupati atau walikota yang ditunjuk dalam radiogram melaksanakan pengadaan mobil damkar milik Hengky.

Kepala Daerah yang diperintahkan sudah ditentukan jenis mobil yang harus diberi yaitu Mobil damkar adalah jenis atau tipe 80 ASM dan Morita, yang oleh mantan Mendagri itu menerbitkan radiogram No 0271/1496/OTDA tanggal 13 Desember sambil mencantumkan tipe kendaraan yang dimaksud.

Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno dinyatakan bersalah karena menyalahgunakan wewenang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) di 22 wilayah Indonesia pada 2003 hingga 2005. Bahkan penyidik KPK turun ke Jambi untuk memeriksa para Kepala Daerah yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, yang belakangan diserahkan kepada pihak Kejaksaan masing-masing daerah untuk diproses lebih lanjut.(infojambi.com/ALD)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait