Selasa, 21 Oktober 2014 Pukul 22:12:34

MUARABUNGO — Pihak-pihak yang menerima uang klaim dari PT Jasa Raharja Wilayah Bungo dipanggil untuk pemeriksaan. Paling tidak ada 7 klaimer yang menurut data audit internal menerima uang dari perusahaan plat merah itu. Hal ini dilakukan untuk melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi senilai Rp 250 juta oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bungo.

Kanit Tipikor, Ipda Cahyono Yudi, mengatakan, klaimer ini ternyata tersebar di Bungo, Bangko, Kerinci dan lainnya. Mereka adalah Esti Afrini, Sufirianto, Emzita, Jalima, Nazarudin, Nartoseto dan Kamaludin.

Sementara, pegawai PT Jasa Raharja Wilayah Bungo yang juga diperiksa adalah kepala lama Ahmad Anfansuri Tumiang, petugas pelayanan Rezmon Arora, auditor Tanwil, dan karyawan perusahaan Gita dan Santoso. Data audit internal dan data pengajuan klaim dari perusahaan yang sebelumnya susah didapat akhirnya sudah diterima.

Tim Tipikor Polres Bungo menyidik kasus dugaan korupsi PT Jasa Raharja Perwakilan Bungo senilai Rp 250 juta. Uang itu ini raib ketika dilakukan audit internal perusahaan. Berdasar temuan itu kasus dikembangkan dengan laporan nomor LP A/399/IV/2012/KBI/Res Bungo tertanggal 12 April 2012 dan sudah masuk tahap penyidikan.

Awalnya polisi menerima laporan dari Rusli, pimpinan PT Jasa Raharja Bungo yang lama. Dalam laporannya Rusli menyebutkan hasil audit internal yang dilakukan tim audit ada Rp 250 juta uang perusahaan milik negara ini hilang.

“Dari laporan itu kami melakukan pengembangan. Setelah didalami ternyata kasus ini masuk dalam ranah korupsi, karena PT Jasa Raharja sepenuhnya didanai oleh negara,” kata Kanit Tipikor.

Modus korupsi yang dilakukan oleh “orang dalam” PT Jasa Raharja itu dengan tidak menyerahkan santunan jasa raharja pada orang yang berhak, padahal uang santunan sudah dikirim langsung oleh PT Jasa Raharja pusat. Korupsi terjadi saat perusahaan dipimpin oleh AS, yang kini sudah pindah dan tidak lagi menjabat pimpinan.

Laporan awal diterima polisi pada 13 Juni 2011 dari Rusli. Sejak dilaporkan ada beberapa pejabat PT Jasa Raharja yang menghilang dan tidak pernah lagi masuk kantor. Dugaan sementara AS sebagai pelaku utamannya dan masih ada kawan-kawannya yang lain. (infojambi.com/MUB)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait