Minggu, 21 September 2014 Pukul 05:45:39

Kulit ManisSUNGAIPENUH - Sahrudin, warga Desa Keluru, kecamatan Keliling Danau, ditipu senilai Rp. 53,6 juta oleh pemasok kulit manis (Casiavera) yang mengaku dari PT. Sumatera Tropical Spices, Sumatera Barat.

Informasi yang diperoleh, penipuan tersebut diduga dilakukan oleh Musfia Aldri, yang berperan sebagai pemasok dalam jual beli kulit manis antara Sahrudin dengan PT Sumatera Tropical Spices. Peristiwa ini sudah berlangsung sekitar tujuh bulan sejak dibuatkan perjanjian penitipan uang terhadap Musfia Aldri oleh Sahrudin, namun uang tersebut tidak pernah diberikan ke Sahrudin.

Sahrudin menjelaskan, saat pembelian kulit manis miliknya, dia mempercayakan uang Rp 53,6 juta dari PT. Sumatera Tropical Spices ditransfer ke rekening Musfia Aldri. Penitipan uang tersebut dijanjikan sejak surat perjanjian dibuat tertanggal 9 hingga 20 Agustus 2011 atau hingga Musfia Aldri pulang ke Sungaipenuh.

Di dalam surat perjanjian penitipan uang tersebut juga dibunyikan, jika sampai 20 Agustus 2011 uang tersebut tidak diserahkan, maka penyelesaiannya akan dilakukan dengan jalur hukum.

"Setelah surat tersebut dibuat, uang senilai Rp 53,6 juta sudah ditrasnfer PT Sumatera Tropical Spices ke nomor rekening Musfia, namun oleh Musfia tidak menyerahkan kepada saya. Bahkan nomor rekeningnya juga sudah diberikan kepada Musfia dengan tujuan agar di transfer kepada saya," ujar Sahrudin.

Sahrudin mengaku telah menghubungi Musfia Aldri untuk meminta kepastian, namun Musfia hanya memberikan janji lewat pesan singkat (SMS). 

Dalam SMS tersebut, Musfia meminta maaf telah menyalahi kepercayaan Sahrudin, karena ada persoalan yang tidak bisa dia sampaikan. Musfia meminta rentang waktu hingga tiga bulan dari Agustus hingga awal Desember 2011.

"Hutang pasti saya bayar, sekarang saya sedang upayakan untuk mencukupinya,” bubuh Musfia dalam pesan via SMS kepada Sahrudin.

Sampai pada awal Desember 2011, uang tersebut tidak juga dikembalikan. Musfia kembali menjanjikan akan membayar pada 16 Desember 2011. Setelah ditunggu, uang tersebut juga tidak ditransfer ke rekening Sahrudin. Terakhir Musfia berjanji akan memberikan uang tersebut pada akhir Maret 2012.

“Jika akhir Maret 2012 tidak bisa saya tuntaskan, saya akan pulang ke Kerinci dan menghadap Sahrudin dan keluarga, serta siap menanggung resikonya,” bunyi SMS Musfia.

Sementara, Kapolsek Danau Kerinci, AKP Suardi, membenarkan adanya laporan tersebut, namun dirinya belum melakukan tindak lanjut lantaran sedang di luar daerah.

“Ya, saya sedang di Jambi, nanti setelah pulang ke Kerinci dan masuk kantor baru akan ditindak lanjut laporan tersebut,” ungkap Suardi ketika dihubungi via telepon.

Saat disambangi dikediamannya, di Hotel Busana Sungaipenuh, Musfia sedang tidak ada ditempat. Dari keterangan yang didapat, Musfia sedang di luar daerah dan belum kembali. Saat dihubungi via telepon, nomor yang digunakan tidak aktif.

Dulu pernah sekali dia pulang ketika anaknya sedang sakit, setelah itu berangkat lagi dan tidak pernah pulang. Kadang dia di Padang dan ke Bandung,” kata salah seorang keluarga Musfia. (infojambi.com/FEO)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait