Penangkapan mahasiswa jurusan teknik sipil yang diketahui adalah Aziz, berawal saat dirinya masuk kedalam pekarangan SMAN 6 dengan melompat pagar samping, yang diketahui oleh satpam sekolah dan anggota polisi yang berjaga.
Aziz mengaku, kunci jawaban tersebut diterimanya melalui hand phone miliknya dalam bentuk sms, namun aziz enggan memberitahu dari siapa kunci jawaban ia dapatkan dan akan diberikan kepada siapa.
Kepala SMAN 6, Sahala M. Hutagalung, ketika dikonfirmasi wartawan berusaha menutup-nutupi kejadian tersebut. Ia juga membantah jika tidak ada kunci jawaban yang beredar dilingkungan sekolahnya/dan mengklaim jika un di SMA 6 berjalan lancar.
“gak ada,tanya saja langsung sama polisinya, saya tidak tahu, pokoknya ujian hari ini berlangsung aman,” ujar Sahala.
Namun sahala meminta kepada pihak kepolisian/jika nanti ada siswa sma n 6 yang terbukti mendapatkan kunci jawaban dari pelaku, agar tidak diberikan sanksi, hingga UN selesai dilaksanakan. “kalau seandainya ada, saya minta agar setelah ujian nanti dip roses, biar sekarang ini para siswa konsentrasi ujian,” imbuhnya.
Kapolsek Kota Baru, AKP Gadug Kurniawan, membenarkan penangkapan terhadap seorang pemuda yang diduga membawa kunci jawaban palsu, namun dirinya mengatakan jika kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya.
Gadug mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan barang bukti hp yang berisi sms yang diduga kunci jawaban soal un, mata pelajaran bahasa Indonesia. Belum diketahui apakah kunci jawaban tersebut asli atau tidak.
“masih dalam penyelidikan, apakah kunci jawabannya itu palsu atau tidak, apakah merupakan sindikat, sementara kami mengamankan pelaku bersama barang bukti HP yang didalamnya ada SMS yang diduga kunci jawaban palsu, untuk soal Bahasa Indonesia,” tutur Gaduk.
Kasus tersebut saat ini tengah ditangani polsek kota baru, dan pelaku langsung digiring ke mepolsek kota baru guna dimintai keterangan, diduga masih ada pelaku lainnya.
Hari ini adalah hari pertama ujian nasional dilaksanakan secara serentak di tanah air, dengan mata pelajaran yang diujikan adalah B. Indonesia. Namun dari tahun ketahun selalu ada saja kasus beredarnya kunci jawaban palsu, tentu saja yang menjadi korbannya adalah para siswa, pengawasan ketat dari pihak sekolah sangat diperlukan agar kasus serupa tidak terulang.(infojambi.com/ALD)




