Sesekali mereka beristirahat sambil meneguk air putih dari ceret yang di taruh di tanah. Tak lupa hisapan rokok tembakau murah mengepul di antara tafakurnya para peziarah. Namun begitu hati mereka tetap gembira.
“Hati kami tetap senang,” ungkap Sugianto (55) dan Rusja (56) yang juga berprofesi sebagai penggali kubur, yang panen rezeki di saat-saat menjelang Ramadhan.
Kepada infojambi.com, dua pria asal Jawa Timur dan Jawa Barat itu menceritakan suka-duka selama 10 tahun menjadi penggali kubur. Hati mereka kerap sedih ketika setelah menggali kubur ada pihak keluarga yang dimakamkan menanyakan biaya yang harus dibayar.
“Kami tidak pernah mematok biaya. Berapapun diberi, kami terima dengan hati ikhlas dan lapang dada,” ujar Sugianto yang juga berprofesi sebagai tukang ojek.
Sugianto dan Rusja mengaku, dengan profesi sebagai penggali kubur mereka mendapat perhatian khusus dari masyarakat sekitar rumahnya. Mereka mendapat bantuan setiap bulan dari warga, berupa dua canting beras dari tiap rumah.
“Ada juga yang tidak mau memberi dengan berbagai macam alasan, namun kami terima dengan lapang dada. Ada pula yang cuma memberi satu canting, tapi ada pula yang memberi 1 kilo. Sebagian dimakan, sebagian lagi dijual,” kisah Rusja.
Cerita soal kuburan, tak bisa dipisahkan dengan hal mistis. Ini pun pernah dialami oleh Sugianto dan Rusja. Misalnya, mereka mencium aroma kembang tujuh rupa dari salah satu makam, tapi setelah diperiksa ke sumber aroma ternyata tidak ada kembang disana.
Satu hal yang tak bisa dilupakan oleh Sugianto dan Rusja, ketika mereka mendengar suara perempuan menangis di lingkungan pemakaman. Kejadiannya sore hari, sekitar pukul enam. Selain itu mereka juga pernah melihat asap putih keluar dari makam.
“Kejadiannya juga sore hari, menjelang maghrib, waktu kami membersihkan makam. Ketika berjalan mengontrol apakah masih ada areal yang belum disapu, kami terkejut melihat satu makam mengeluarkan asap putih tipis,” ujar Sugianto. (infojambi.com/ADE)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee
