Sebelum menyampaikan sambutannya, Hj.Yusniana didamping ketua BKOW Hj. Rahima Fachrori Umar serta Ketua Dekranasda Kabupaten Merangin, Hj. Sukma Nalim, terlebih dahulu disambut dengan tari sekapur sirih.
Peningkatan kerajinan disertai dengan kecintaan terhadap produk lokal menjadi perhatian utama Hj. Yusniana, kecintaan terhadap produk lokal mampu menumbuhkan ekonomi dan menambah lapangan kerja.
"Jangan memakai produk luar, Saya himbau untuk lebih mencintai produk produk negeri, akan menumbuhkan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat," tegas Hj. Yusniana.
Diakui Yusniana, berbagai produk lokal belum menjadi tuan rumah yang baik di daerahnya hendaknya sebagai anak negeri menjadi pelopor bangkitkan produk unggulan daerah.
"Produk lokal tidak mungkin unggul, apabila kita sendiri tidak mencintai dan peduli terhadap hasil karya masyarakat lokal," kata Ketua Dekranasda Provinsi Jambi.
Untuk menunjang produk batik Hj. Yusniana menawarkan kepada Kabupaten/Kota mengambil bahan di Dekranasda Provinsi Jambi yang kualitasnya baik sehingga mampu bersaing dengan batik Jawa, sementara terkait dengan tenunan, Rumah Tenun yang dikelolajuga telah mendidik para perajin agar mampu membuat tenunan yang berkualitas.
"Tenunan dua benang kita, laku sewaktu pameran di Jakarta," kata Hj. Yusniana.
Dalam wawancaranya Hj. Yusniana menilai setiap Kabupaten/Kota sudah mempunyai produk unggulan dan harus ditingkatkan lagi, ditambahkan Hj. Yusniana Kabupaten Merangin khususnya daerah Jangkat mempunyai potensi pengembangan penjualan bunga hidup yang selama ini pemesanannya kedaerah lain, hal tersebut akan ditunjang dengan perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2013 sudah bagus.
Sebelumnya dalam sambutan Hj. Sukma Nalim menyampaikan Kabupaten Merangin secara geografis sangat strategis terletak ditengah wilayah barat Provinsi Jambi, penduduknya heterogen mempunyai adat istiadat masing masing.
"Secara garis besar tidak diragukan untuk digali sebagai aset," ungkap Ketua Dekranasda Merangin.
Kabupaten Merangin menghasilkan kerajinan industri makanan khas, Gelamai, Keripik Ubi,Keripik Pisang dan aneka makanan lainnya, juga produk kriya seperti
Batik, Songket, Anyaman Rumbai, Anyaman Pandan.
Waktu penyelenggaraan bazar sesuai dengan acara musabaqoh, sementara jumlah pengrajin UKM menurut penuturan Hj. Sukma Nalim sebanyak 180 yang berasal dari dalam Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Barat, bahkan yang dari Jakarta. (infojambi.com/rilis humas)




