”Saya sangat sedih mendapat laporan terjadinya musibah kebakaran di Desa ini, karena sebelumnya saya baru saja meninjau musibah serupa yang terjadi di di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjungjabung Barat, yang menghanguskan 131 rumah yang dihuni 127 Kepala Keluarga (KK) yang mengakibatkan 436 jiwa kehilangan tempat tinggal,” ucapnya seraya menambahkan dirinya sedang tugas di Jakarta dan segera pulang karena ingin melihat kondisi warga yang tertimpa musibah.
Gubernur memberi perhatian khusus kepada anak-anak untuk tetap sekolah dan mengaji. Sambil menunggu perbaikan rumah, diminta warga tinggal di rumah-rumah keluarga terdekat. Disamping itu Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan jajarannya yang telah dengan tanggap, dan cepat mengatasi musibah yang terjadi, sehingga korban dapat diminimalisir, termasuk menanggulangi kebutuhan tempat usaha masyarakat dengan mengalihkan pasar ke lapangan bola kaki, dan berencana membangun pasar darurat.
Selain uang sebesar Rp300 juta, HBA juga menyerahkan bantuan beras 300 sak (20 kg), kain sarung 75 helai, daster dewasa 75 helai, selimut bergaris 75 helai, ikan sarden 225 kaleng, sambal botol 150 botol, kecap manis 150 botol, mie instan 375 bungkus, dan biskuit roma 25 kotak, serta obat-obatan. Untuk beras jika masih dibutuhkan pemerintah siap menambahnya lagi.
Camat Cermin Nagedang sebelumnya melaporkan, bahwa musibah kebakaran terjadi pada Jum’at 22 Juni 2012, sekitar pukul 14.00 siang, seusai masyarakat melaksanakan sholat Jum’at. Lokasi kebakaran merupakan pusat perekonomian (pasar) Desa Teluk Resam, menghanguskan 16 unit rumah toko (ruko) dan merusak 20 unit rumah penduduk, dengan rincian rusak total 14 unit, rusak berat empat unit, rusak ringan dua unit, dan hangus dengan perkiraan jumlah kerugian mencapai Rp3,9 milyar. (infojambi.com/HMS)






