Dalam sambutannya, Wagub mengharapkan agar masyarakat yang jadi korban kebakaran tersebut bisa tabah dan tawakkal menghadapi musibah yang menimpa.
"Saya secara pribadi ikut berduka cita dan menyampaikan salam dari pak Gubernur yang sedang acara di Kabupaten Kerinci," kata Wagub.
Wagub juga berpesan kepada seluruh warga agar menerima musibah ini dengan tawakkal, menerima dengan lapang dada dan iklass atas cobaan yang diberikan Allah SWT.
"Mudah-mudahan ada hikmahnya dan kedepannya Allah SWT akan memberikan rezeki yang lebih baik lagi," sebut Wagub.
Selain itu, lanjut Wagub, musibah juga bisa diartikan peringatan yang diberikan Allah SW. Sehingga warga yang menerima musibah agar bisa menginstrospeksi diri apakah ada perbuatannya yang melanggar aturan Allah, Rasulullah maupun pemimpin atau ulil amri.
"Jangan pula berburuk sangka pada Allah SWT. Karena memang musibah kebakaran ini terjadi beruntun. Dimulai dari Teluk Nilau, lalu di Lubuk Resam, Kabupaten Sarolangun. Kemudian di Kerinci dan terakhir di sini," papar Wagub.
Pada kesempatan ini Wagub juga menyatakan dirinya datang bersama jajaran pejabat terkait dilingkup Pemprov Jambi. Mulai dari Kepala Biro Keseramas, Karo Keuangan, Kaban Kesbangpol, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pejabat terkait lainnya.
"Semoga bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Juga kedepannya bisa lebih hati-hati dengan penyebab kebakaran. Seperti arus listik, maupun sumber api lainnya," katanya.
Wagub juga berpesan mudah-mudahan dengan musibah ini bisa menambah ketakwaan para korban kepada Allah SWT dan jadi pelajaran kedepannya. Wagub menegaskan masyarakat diharapkan untuk tetap tabah dan tawakkal menerima cobaan yang diterima.
"Jangan pernah putus asa untuk bekerja guna memperbaiki nasib kedepannya. Kedepannya penataan letak atau lokasi rumahnya harus diberikan jarak. Sehingga ketika terjadi musibah kebakaran tidak merembet ke rumah lainnya," jelas Wagub.
Selain uang Rp 150 juta, Wagub juga menyerahkan bantuan lainnya dari Pemerintah Provinsi Jambi seperti beras sebanyak 38 sak, air minum kemasan 100 dus, biskuit Roma 4 dus, obat-obatan 269 paket, daster dewasa 45 potong, sarden 135 kaleng, kecap manis 90 botol, saus sambal 90 botol, mie instant 225 bungkus, food ware 45 paket, handuk 45 potong dan kain panjang 45 potong.
Sementara, Bupati Tanjungjabung Barat, H Usman Ermulan dalam laporannnya menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di Kampung Nelayan Tungkal II itu mengakibatkan 31 rumah terbakar, 3 rumah rusak berat dan 9 rumah rusak ringan. Sedangkan jumlah kepala keluarga yang jadi korban sebanyak 44 dengan 152 jiwa, terdiri dari 77 laki-laki dan 75 perempuan.
"Kami juga telah memberikan bantuan baik pangan dan sandang usai kejadian kebakaran ini. Kemudian bantuan dari warga sekitar hingga saat ini juga masih terus mengalir," jelas Bupati Tanjungjabung Barat ini. (infojambi.com/HMS)






