"guna mengetahui kondisi harga sembako yang dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran, dan untuk memastikan harga sembako agar tetap terjangkau oleh masyarakat di pasaran, serta untuk mengetahui persedian beras, BBM dan LPG, yang menjadi kebutuhan masyarakat, kita bersama para kepala Dinas/Instansi terkait, melakukan peninjauan langsung kepasar," jelas Wagub.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan agar pedagang tidak secara sepihak menaikkan harga sembako yang dibutuhkan masyarakat menghadapi Lebaran.
"Pemerintah ingin memastikan bahwa harga sembako tidak mengalami kenaikan, tetapi tetap stabil jelang Lebaran, agar masyarakat tidak sulit memenuhi kebutuhan ekonominya, dan dapat melaksanakan Lebaran tanpa kekurangan," katanya.
Menurut Wagub, berdasarkan pantauan harga sembako yang dilakukan menunjukkan bahwa harga sembako tetap stabil dan mampu dijangkau masyarakat.
"Harga sembako yang dijual pedagang menjelang Lebaran masih stabil karena harganya tidak mengalami kenaikan, atau masih seperti pada saat awal masuknya bulan suci Ramadhan, bahkan ada yang mengalami penurunan," katanya.
Selain harga stabil, katanya, persediaan sembako masih mencukupi dan masyarakat dipastikan tidak akan kekurangan sembako menjelang Lebaran mendatang, demikian juga dengan beras, BBM dan LPG.
"Pedagang memiliki stok sembako yang cukup sehingga masyarakat tidak akan ada yang kesulitan menghadapi Lebaran nanti, harga dan persediaan sembako masih terjangkau dan cukup tersedia di pasaran, semoga ini tetap terjadi jelang Lebaran, demikian juga dengan ketersediaan BBM dan LPG" katanya.
Sedangkan harga-harga sembilan bahan pokok dan bahan kebutuhan lebaran berdasarkan hasil pantauan sebagai berikut ; beras tertinggi Rp18.000,- terendah Rp16.000,- harga cabe Rp16.000,- – Rp18.000,- yang pada tahun lalu sempat mencapai Rp75.000,- hingga Rp80.000,-, kentang Rp5.000,- kacang tanah Rp16.000,- – Rp17.000,- gula merah aren Rp20.000,- gula merah kelapa Rp17.000,- bawang merah Rp12.000,- bawang putih Rp17.000,-
Sedangkan harga ikan berpariasi, untuk ikan gurami mencapai Rp35.000,- ikan nila Rp20.000,- dan ikan patin Rp12.000,- ayam kampung Rp48.000,- ayam potong Rp24.000,- - 25.000,- sedangkan sebelum puasa harga ayam potong mencapai Rp35.000,- telor ayam tetap Rp1.000,- demikian juga dengan harga telor bebek Rp2.000,- sedangkan harga daging saat ini berkisar Rp85.000,- hingga Rp95.000,-
Yang sedikit mengalami kenaikan saat ini harga sayur mayor, hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang memang kurang mendukung, sehingga hasil sayur masyur sedikit berkurang, dimana harga kacang pangjang hari ini mencapai Rp10.000,- yang biasanya Rp6.000,- hingga Rp7.000,- buncis. Yang biasanya Rp10.000,- hari ini Rp12.000,-.
Sedangkan stok beras sebagaimana disampikan oleh Kepala Devisi Regional Jambi, Ma’ruf dengan didamping kepala Gudang Pasir Putih Sunyoto, sampai empat bulan kedepan cukup, saat ini tersedia 37.000 ton, dan dalam perjalanan masih 1.000 ton, beras yang tersedia berasal dari India, Viatnem dan Thailan, sedangkan dari dalam negeri berasal dari Lampung, ujarnya.
Demikian juga dengan ketersediaan BBM dalam menghadapi lebaran hingga 15 hari pasca lebaran cukup, sebagaimana disampikan pihak Pertamina Jambi Hasriansyah, dan setiap Stasion pengisian bahan Bakar Umum diupayak buka 24 jam, khusus yang berada di jalan-jalan lintas, demikian pula dengan persediaan LPG 3 kg, -persediaan cukup bahkan berlebih.
Disamping itu untuk mengatasi kemungkinan melonjaknya harga daging, Pemerintah Provinsi Jambi telah mempersiapkan sapi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi Ir. H. Sepdinal, ME telah menyediakan 195 sapi yang ada di kandang, dari stok 238 ekor, dan hari ini telah dibawah ke rumah potong hewan sebanayak 40 ekor untuk operasi pasar pada tiga hari menjelang lebaran dengan harga Rp85.000,- dan ini akan disesuaikan dengan kondisi pasar, jika turun dipasar maka harga operasi pasar juga akan diturunkan, disamping itu untuk menjaga lonjakan harga telah diminta kepada Dinas/Instansi di lingkup pemerintah Provinsi Jambi untuk memotong sendiri dan sapinya disediakan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, jelasnya.(infojambi.com/HMS)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee

