BERCERMIN, SAYANG
oleh Abu Fanna
(Greget buat mereka yang menyayangiku dalam sejarahnya)
Kepalkan jari jemari menjulang
Hingga tumit-tumit kaki tak lagi di tanah
Aumkan makna keteguhan
Bagai Nabi Nuh a.s. menghamburkan air bah
Bagai Nabi Ibrahim a.s. menghentak bintang dan matahari
Bagai Nabi Musa a.s. membelah samudra
Bagai Nabi Isa a.s membelalakkan mata
Bagai Nabi Muhammad SAW merobek bulan
Kepalkan lagi jari jemari menjulang
Hingga kuku-kukunya koyak kehilangan pedih
Dan haus bersimbah mencekik batang waktu
Pahatkan tajam-tajam keteguhan di antara sisa-sisa
Agar detak waktu kian membahana
Jangan berpaling….
Jangan pula menyeringai….
Tidurkan pulas-pulas kegundahan yang selama ini galau
Selimutkan tanpa basa-basi
Biar keteguhan kian menggeliat.
Masihkah….?
Inilah….!
Itulah….!
(sigma nostalgia Ramadhan 1431 H, “ASA MERINDU”)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee

