SAROLANGUN — Pondok pesantren Al-Manar yang berdiri Juli 1991 di Desa Karang Mendapo, Pauh, Sarolangun, menerapkan ujian melalui internet terhadap santri-santrinya yang duduk di kelas satu dan dua. Ujian dilaksanakan melalui situs mediaal-manarjambi.blogspot.com.
Ketua Yayasan sekaligus guru Pesantren Al-Manar, Ustadz A Hasan, menyatakan, ujian lewat internet dilakukan mengingat bidang informasi dan teknologi (IT) saat ini sedang digandrungi para pelajar.
Menurut Hasan, sudah banyak mantan santri Al-Manar yang sukses, diantaranya Ahmad Faris, yang saat ini belajar di Turki mengambil gelar doktor dan bekerja sebagai dosen pasca sarjana di Jakarta. Faris sampai sekarang masih intens memberi pelajaran pada santri Al-Manar.
Hasan mengungkapkan, selama masa ujian para santri akan disediakan modem dan perangkat komputer. Namun karena banyaknya santri yang mengikuti ujian, pesantren itu masih menghadapi keterbatasan sarana.
Hasan berharap pemerintah peduli terhadap pesantren yang dipimpinnya, apalagi pesantren itu selalu berprestasi jika ada santrinya yang mengikuti perlombaan tingkat kabupaten maupun provinsi.
Seorang santri, Alfajri Rhomadhan, mengaku bangga pada sekolahnya karena lebih maju dibanding sekolah lain. Sekalipun proses menjawab soalnya sulit, namun ia senang mengikuti ujian melalui internet tersebut. (infojambi.com/AZM)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
