MUARABUNGO — Kasus pembacokan guru dan teman oleh siswa SMAN 1 Tanah Tumbuh, Bungo, beberapa waktu lalu, dinilai pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Bungo merupakan kelalaian kepala sekolahnya, Suardi S.Pd, karena tidak berada di tempat sewaktu kejadian.
Disdik akhirnya mengeluarkan Surat Peringatan I (SP I) untuk Kepala SMAN 1 Tanah Tumbuh. Parahnya lagi, Suardi keluar daerah pada waktu itu tanpa mengantongi surat izin dari Disdik Bungo.
“Kepala SMAN 1 Tanah Tumbuh kita beri sanksi peringatan karena keluar daerah tanpa izin dinas, sementara saat kepergiannya terjadi kericuhan di sekolah,” kata A Sanusi, Kabid SMP/SMA Disdik Bungo, Rabu (13/6).
Terkait saat kejadian guru juga banyak tidak di sekolah, Sanusi tidak membantahnya. Dia mengaku, hasil pantauan pihaknya pada hari kejadian, memang hanya ada dua orang guru saja di sekolah.
“Ya, guru banyak tidak datang saat itu. Tapi kami memang kekurangan guru, tidak hanya di Tanah Tumbuh tapi juga di tempat lain,” ujarnya.
Menariknya lagi, Sanusi mengaku pada pengangkatan Suardi sebagai Kepala SMAN 1 Tanah Tumbuh mengantongi rekomendasi dari Dusun Padukun dan Sungai Niur.
“Suardi bawa dukungan dari warga dua dusun yang dekat sekolah itu,” kenang Sanusi seraya menyebutkan bahwa siswa yang ribut berasal dari dua dusun tersebut. (infojambi.com/MUB)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
