MUARASABAK - Kegiatan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang akan digelar pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2012 menyisakan sedikit permasalahan. Pasalnya dari 758 guru yang mengikuti uji kompetensi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanjabtim hanya mengandalkan 26 unit komputer yang dipergunakan uji kompetensi.
"Kami menggunakan komputer dari SMK 1 Tanjabtim," ujar Kadis Pendidikan Tanjabtim, Feri Marjoni melalui Kabid Pendidikan Dasar, P Sidabutar, Kamis (26/7).
Dikatakannya, Komputer serta gedung yang berada di SMA Nipah Panjang dan SMA Rantau Rasau bisa juga dipakai. namun,itu tidak mungkin dilakukan. Alasannya akan membuat panitia pengawas menjadi terpencar kedaerah-daerah tersebut.
"Makanya kami fokuskan hanya disatu titik sekolah," katanya.
Untuk mempercepat pelaksanaan uji kompetensi di Tanjabtim, lanjutnya, maka Disdikbud Tanjabtim akan melakukan tiga sesi uji kompetensi. Sehingga dalam pelaksanaan uji kompetensi sehari dapat menyelesaikan 78 guru.
"Dengan waktu tiap sesi selama 120 menit. Karena itu kami laksanakan uji kompetensi selama sembilan hari," jelasnya.
Sidabutar menambahkan, dari 758 guru yang mengikuti uji kompetensi terdiri dari, 91 peserta guru dari SMA/SMK, 135 peserta guru dari SMP, 534 peserta guru dari SD, dan lima orang peserta dari guru TK.
"Pada umumnya yang mengikuti uji kompetensi adalah guru yang telah mendapat tunjangan sertifikasi," paparnya.
Ia juga meminta kepada guru-guru yang mengikuti uji kompetensi untuk bersungguh-sunggung mengikuti uji kompetensi dengan menunjukan profesionalisme seorang guru.
"Jangan main-main mengerjakannya. Karena, ketika tidak mencapai harapan akan ada tindakan dari Pemerintah Pusat. Uji kompetensi ini kan dibuat sistem nilai tertinggi dan terendah," tandasnya. (infojambi.com/HIP)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
