KUALATUNGKAL - Penerimaan siswa baru melalui Dinas Pendidikan Tanjab Barat ternyata tidak memenuhi kuota bangku di tiga sekolah (SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3). Kekurangan siswa dikarenakan ada beberapa siswa yang sempat mendaftar tapimengundurkan diri karena tidak sesuai dengan pilihan.
Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Diknas Kabupaten Tanjabbar, Hartono mengatakan pada pengacakan pertama, sebanyak 505 siswa yang diterima. Sedangkan penerimaan kedua, hanya 23 siswa yang mendaftar. Jumlah itu belum memenuhi kuota, dengan jumlah 32 siswa untuk 17 kelas.
"Masih kurang, karena rata-rata 30 siswa per kelas di 17 ruang kelas yang disiapkan tiga SMA tersebut," kata mantan Kepala SMKN 1 Kualatungkal ini.
Secara riil, Hartono belum bisa menyebutkan angka pasti dari siswa yang telah mendaftar ulang di tiga sekolah yang diambil Diknas Tanjabbar. Tapi dia yakin, kuota belum terpenuhi.
“Kuota yang ditentukan, setiap kelas itu 32 siswa. Tapi setelah dilakukan seleksi, ada beberapa siswa yang mengundurkan diri, dan mendaftarkan ke sekolah lain. Berarti kuota belum terpenuhi,” ujar Hartono.
Diknas, lanjut Hartono, akan tetap mengawasi ketiga SMA tersebut (SMAN 1, 2 dan 3) untuk tidak menerima siswa baru, karena pendaftaran sudah ditutup. Jika terjadi penerimaan siswa titipan, Diknas akan melaporkan ke Bupati Tanjabbar.
Seperti diberitakan, sebanyak 528 siswa diacak dengan menggunakan system komputerisasi, oleh Dinas Pendidikan Tanjabbar,pada Juni lalu. Hanya saja tidak semua siswa maupun orang tua siswa menerima hasil komputerisasi tersebut.
Nama – nama siswa diacak dengan program Randam Generator, yang disinkronkan dengan microsof Excel. Nama-nama tersebut diacak berdasarkan urutan Nilai tertinggi. Begitu juga tiga sekolah tersebut diacak secara adil. (infojambi.com/DAM)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
