MUARA BULIAN - Anggota DPD RI Hasbi Ansori dan anggota DPR RI Provinsi jambi, Selina Gita, memberikan bantuan secara simbolis beasiswa kepada siswa miskin (BSM) sebanyak 50 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di SMPN 6 Muara Tembesi, Batang Hari, Selasa (31/7).
Disaksikan Kepsek Ali Fikri beserta staf guru dan para siswa. Bantuan dalam bentuk voucher yang berasal dari APBN tersebut, nanti bisa dicairkan di kantor pos tanpa ada pemotongan sedikitpun.
"Mudah-mudahan dengan beasiswa ini bisa melecut semangat siswa para siswa SMPN 6 Muara Tembesi ini serta menjadi pemacu akan peningkatan prestasi," kata Hasbi Ansori, yang asli putra Mersam ini.
Anggota DPR-RI, Selina Gita, sangat mengharapkan bagi siswa yang menerima bea siswa dapat mempergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan biaya pendidikan.
"Kalau dipergunakan dengan baik pasti besar manfaatnya," ujar Selina.
Mereka berdua berjanji akan membantu sekolah-sekolah di Provinsi Jambi, termasuk SMPN Muara Tembesi bisa semakin maju.
"Kami akan berusaha semampunya agar pendidikan di Provinsi Jambi termasuk SMPN 6 ini bisa lebih baik lagi serta waktu belajar siswa bisa nyaman. Untuk para guru di sini, tetaplah membimbing siswa dengan baik walaupun keterbatasan fasilitas yang ada," kata Selina yang duduk di komisi bidang pendidikan DPR-RI ini.
Sementara, Kepala Sekolah SMPN 6 Batanghari, Ali Fikri, di hadapan Hasbi Ansori serta Selina Gita mengharapkan agar pemerintah pusat turut memperhatikan sekolah yang dipimpinnya. Ali mengatakan, infrastruktur sekolah itu masih jauh dari yang diharapkan, mulai dari kondisi ruangan kelas belajar hingga kamar mandi.
“Kondisinya sudah kurang bagus dan jumlahnya juga kurang. Harapan kami bisa diusahakan dana dari pusat untuk mempercepat kemajuan sekolah ini,” ungkapnya.
Fasilitas di sekolah itu, ucapnya, juga masih jauh dari standar. Seperti di laboratorium multimedia, kata dia, hanya ada sembilan unit komputer. Saat siswa praktikum multimedia, ucapnya, siswa harus berbagi komputer, karena tidak cukup satu komputer untuk satu siswa.
“Satu komputer bisa dipakai secara bersamaan oleh lima siswa. Kami juga kasihan melihat siswa itu, tapi itulah fasilitas yang ada saat ini,” ucapnya.
Menurutnya, kendala seperti itu membuat transfer ilmu dan pengetahuan dari guru kepada siswa menjadi berjalan tidak sesuai yang diharapkan.
Situasi lain yang diucapkannya adalah ketersediaan wc yang tidak sesuai dengan jumlah siswa. Saat ini ada 437 siswa yang menimba ilmu disana, sementara wc yang tersedia hanya dua unit. Kepsek merasa kasihan melihat siswanya harus mengantre lama saat hendak ke kamar mandi saat istrahat jam belajar.
Ali mengharapkan, bila ada peluang bantuan pendidikan yang dananya berasal dari pusat, supaya dua orang perwakilan masyarakat Jambi di Gedung Senayan Jakarta tersebut bisa membantu agar bantuan itu ada yang disalurkan ke sekolah yang berada di belakang pasar Pall V Kelurahan Kampung Baru Muara Tembesi tersebut. (infojambi.com/ADE)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
