MUARABUNGO — Tingginya harga pupuk bersubsidi di Bungo membuat para petani mengeluh. Harga yang diberikan distributor pupuk jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Rio (kades) Pedukun, Tanah Tumbuh, Asnawi, mengaku heran melihat kenyataan di lapangan. Harga pupuk subsidi yang dijual distributor kepada warga desanya sangat tinggi. Untuk 100 kg pupuk bersubsidi jenis Urea harus ditebus sebesar Rp 230 ribu, sementara HET yang telah ditetapkan hanya Rp 180 ribu.
“Saya sudah tanya ke penyuluh pertanian di desa kami, katanya harga pupuk tidak lebih dari HET,” ujar Asnawi.
Dalam aturan pemerintah, HET pupuk bersubsidi, utamanya urea sebesar Rp 1.800/kg atau Rp 90.000/50 kg, SP-36 Rp 2.000/kg, ZA Rp 1.400/kg, NPK Rp 2.300/kg dan organik Rp 500/kg.
Setelah mengatahui harga HET tersebut, Asnawi memberitahukan kepada warganya, bahwa harga pupuk bersubsidi yang bisa didapatkan sesuai RDKK sebesar harga HET yang telah ditetapkan.
“Saya umumkan di mesjid, harga pupuk sesuai HET. Masyarakat telah mengumpulkan uang untuk mendapat pupuk tersebut. Tapi sewaktu kami ingin menebus malah harganya lebih besar dari harga HET,” ungkap Asnawi.
Asnawi menjelaskan, rata-rata semua jenis pupuk, seperti Urea, NPK dan SP 36 distributor menaikan harga Rp 50 ribu dari harga HET. Untuk didesanya sesaui dengan RDKK jatah yang mereka dapat sebanyak 8 ton pupuk.
“Saya pertanyakan ini, saya akan mendatangi dewan. Saya tidak mau nanti masyarakat menyalahkan saya,” sebutnya.
Kadis Pertanian Bungo, Harmaji, mengatakan, harga pupuk bersubsidi harus dijual dengan harga HET yang telah ditetapkan. Untuk mendapatkan pupuk bersubsudi terlebih dahulu harus ada RDKK.
“Adanya kenaikan mungkin karena ada kesepakatan warga dengan distributor untuk biaya kirim hingga sampai ke alamat. Sebab HET yang ditetapkan pengiriman hanya sampai ke penyalur,” kata Harmadji.
Dikatakan, untuk pupuk bersubsidi bukan hanya ada di dinas pertanian, namun dinas perkebunan juga ada. Pengajuan tergantung peruntukkannya. (infojambi.com/MUB)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
