MUARASABAK — Susahnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) membuat nelayan di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sering tidak melaut. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat berencana membangun stasiun pengisian bahanbakar nelayan (SPBN).
“Kami sudah bicarakan dengan konsultan,” ujar Kepala DKP Tanjabtim, Ahmad Riyadi Pane di gedung DPRD Tanjabtim, Kamis (19/7).
Menurut Pane, konsultan sudah melihat langsung lokasi pendirian SPBN. Yang jadi kendala sekarang masalah infrastruktur jalannya. Jika SPBN berdiri tanpa diiringi infrastrukur, maka akan sia-sia saja, seperti terjadi di Nipah Panjang.
SPBN baru itu berkapasitas 8 ribu liter per hari, berbeda dengan SPBN Nipah Panjang yang hanya berkapasitas 5 ribu liter per hari. Pihak DKP Tanjabtim juga sudah melihat contoh SPBN di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang tidak dilengkapi infrastruktur jalan.
Guna mengatasi keterbatasan infrastruktur, DKP Tanjabtim akan melakukan rapat dengan muspida. Bisa jadi nantinya ada penambahan harga untuk tongkang dan biaya penggunaan tanker dari Suak Kandis ke lokasi.
“Kalau belum baik, kami minta diperbaiiki. Kami harus cari informasi nilai upah angkut dan setelah itu dikalkulasikan jumlah suplay minyak yang diberikan,” ujar Pane. (infojambi.com/HIP)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
