Berpasangan dengan Sum Indra membuat langkah Bambang Priyanto menuju kursi walikota semakin mulus. Waktu itu, “dinasti” Almarhum Nurdin Hamzah sedang berkuasa. Zulkifli Nurdin, anak sulung Nurdin Hamzah, sedang menjabat Gubernur Jambi. Sedangkan Sum Indra adalah cucu Nurdin Hamzah, sekaligus keponakan Zulkifli Nurdin.
Diusung Partai Amanat Nasional (PAN), pasangan Bambang – Sum sejak awal diprediksi banyak orang bakal mampu menyingkirkan rival-rivalnya dalam pemilihan walikota (pilwako) periode 2008 – 2013. PAN masa itu memang cukup kuat di Jambi. Apalagi partai berlambang matahari terbit tersebut dipimpin oleh Zulkifli Nurdin, sang penguasa Jambi yang kaya-raya.
Singkat cerita, PAN berhasil memenangkan pasangan Bambang – Sum. Sang Dokter terkenal itu pun resmi menunggangi BH 1 AZ. Tapi, belum lagi pemerintahan Bambang – Sum genap berusia setahun, pasangan ini mulai “retak”. Bambang dan Sum Indra yang usianya terpaut sangat jauh itu mulai tidak sejalan.
Alhasil, roda pemerintahan di Kota Jambi berjalan timpang. Bambang dan Sum terkesan “berjalan” sendiri-sendiri. Program-program strategis yang dulu mereka kampanyekan terlaksana dengan kurang baik. Bahkan, kabarnya, banyak program yang tidak bisa dilaksanakan, lantaran antara Bambang dan Sum tidak saling dukung.
Terlepas dari itu semua, masa pemerintahan Bambang – Sum akan memasuki tahun terakhir. Pasangan ini hampir dapat dipastikan bakal “bercerai”. Sum Indra yang akan maju menjadi calon walikota sudah gencar bersosialisasi ke tengah masyarakat, guna menghadapi pilwako tahun depan. Nama dan foto-fotonya hampir setiap hari muncul di koran-koran lokal.
Berbeda dengan Bambang. Sebagai incumbent ia terkesan santai-santai saja. Balehonya bisa dibilang belum ada sama sekali. Padahal, baleho kandidat-kandidat lainnya sudah berserakan dimana-mana. Bambang sepertinya benar-benar haqqul yakin bakal meneruskan takhtanya hingga tahun 2018. Ia pun belum mau bicara banyak soal pencalonannya pada wartawan.
Bicara kemungkinan “perahu” yang bakal dipakai Bambang, menarik juga. Untuk menumpang di PAN, rasanya tidak mungkin, karena PAN bisa dipastikan bakal memilih Sum Indra sebagai calonnya. Apalagi sekarang DPW PAN Provinsi Jambi dipimpin oleh Hazrin Nurdin, adik Zulkifli Nurdin, yang juga oomnya Sum Indra.
Lantas, mau ke partai manakah Bambang ? Ke Demokrat ? Sepertinya ke sana juga sudah mustahil. Soalnya, Partai Demokrat tentu akan menjagokan kader terbaiknya, Effendi Hatta, yang sudah bulat ingin maju pada Pilwako 2013.
Atau mungkin Bambang ke Golkar ? Rasanya sulit, karena kader-kader partai berlambang pohon beringin itu juga banyak yang ingin maju di pilwako, seperti SY Fasha dan Nuzul Prakasa. Belum lagi nanti kalau Maesita Arifien kepengen maju juga. Isteri mantan Walikota Jambi ini iparnya Zoerman Manap, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi.
Pendapat beberapa pengamat menyatakan, Bambang Priyanto masih ada peluang dengan menggunakan perahu PDI Perjuangan. Maklum, selama ini Bambang memang dikenal cukup dekat dengan partai berlambang banteng moncong putih ini. Bahkan Bambang dikenal sebagai kader militan partai yang identik dengan warna merah itu.
Kalau begitu ceritanya, bakal repot juga, Pak Dokter… Atau, kalau tidak mau repot-repot, dekatin saja partai-partai gurem. Bila partai-partai kecil itu disatukan, kekuatannya bisa saja mengalahkan partai-partai mayoritas. Bak kata Gus Dur, gitu aja koq repot…(infojambi.com/DOD)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee
