Dikatakan Mukhlis, 15 pengecer yang telah mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait merupakan kelompok nelayan, untuk membantu distribusi solar kepada nelayan yang tidak mampu. Terhadap 15 kelompok nelayan ini, pemkab sedang melakukan konsultasi kepada BP Migas.
" Pada intinya, kelompok-kelompok ini tetap diawasi dalam mendistribusikan minyak. Kemudian, untuk SPBN harus mengutamakan nelayan, baru pengecer," kata mantan Kabag SDA Setda Tanjabbar ini.
Secara terpisah pengelola SPBN Parit VII, Lubis, mengatakan sejak 5 Mei 2012, solar yang masuk ke SPBN mencapai 30 ton lebih. Selain nelayan dan 15 pengecer, ada juga Trawl yang membeli minyak ke SPBN. Setiap kelompok nelayan yang telah terdaftar, membeli minyak ke SPBN mencapai 300-500 ton (KL).
Lubis mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam penyaluran minyak. Kendati mobil pertamina masuk ke SPBN, Lubis sangat menyetujuinya, agar harga solar kembali normal, yakni Rp 4500 per liter.
" Lebih bagus begitu, jadi bisa bantu nelayan. Biaya tambahan itu, untuk biaya transportasi dari Parit Gompong ke SPBN," kata pria berdarah Batak ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPBN sempat menghentikan penjualan solar kepada nelayan, lantaran adanya laporan HNSI ke Polda Jambi. HNSI juga mempersoalkan 15 pengecer yang membeli minyak dari SPBN dan selisih harga Rp 90 / liter.(infojambi.com/dam)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee
