Anak kedua dari pasangan dewi dan ridwan, warga Jl. Nusa Indah 1 Rt. 04 Kel. Rawasari Kec. Kota Baru itu terlahir dengan kondisi dempet dibagian dada hingga perutnya dengan kondisi organ hati menyatu.
Bibi bayi kebar siam tersebut, Sri mengatakan dalam kandungan usia 5 bulan, dokter sudah mengetahui janin dalam kandungan adiknya adalah kembar, namun tidak ada yang menyangka gaitsa dan kansa akan terlahir dalam kondisi menyatu.
“memang waktu itu kata dokter kemungkinan bayinya kembar, tapi tidak disangka kalau kembarnya itu dempet. Gaitsa dan Kansa lahir melalui operasi cesar dan kini telah berusia 23 hari dengan berat badan normal 2,4 dan 2,6 kg,” ujar Sri, kamis (24/05).
Sementara pihak rumah sakit raden mataher mengaku tidak sanggup menangani sang bayi, karena tidak ada tenaga teknis yang mampu untuk memisahkan mengingat kelahiran semacam ini berbanding 1:50 ribu dalam kondisi hidup. Dalam waktu dekat bayi kembar siam tersebut akan dirujuk kerumah sakit cipto mangun kusumo.
Hal tersebut dikatakan oleh dokter yang menangani bayi malang tersebut, dr. Yogi Prawira. Menurutnya dari hasil USG diketahui organ hati Gaitsa dan Kansa menyatu, sedangkan kondisi organ lainnya seperti jantung dan paru-paru belum diketahui, apakah juga menempel atau tidak, namun yang jelas sang bayi masing-masing memiliki satu jantung.
“darei hasil USG diketahui organ hatinya menyatu, untuk jantung dan organ lainnya masing-masing punya satu, tapi belum diketahui apakah menempel atau tidak,” imbuh Yogi.
Yogi menambahkan, upaya yang dilakukan pihak rumah sakit Raden Mataher saat ini hanya menjaga kestabilan kondisi dan sterilisasi sang bayi, agar kondisi kedua bayi tersebut siap untuk dirujuk ke rscm guna kepentingan diagnostic, dari hasil diagnostik nanti akan diketahui apakah operasi pemisahan bisa dilakukan atau tidak.
“untuk menangani kasus seperti ini diperlukan tim terdiri dari dokter bedah anak, bedah pelastik, bedah toraks dan konsultan ICU anak, di Jambi kami tidak punya tenaga teknis itu, jadi harus di bawa kerumah sakit yang lebih besar yaitu RSCM, karena tidak semua rumah sakit besar bisa melakukan pemisahan, nanti akan dilakukan diagnostik,” tambah Yogi.
Saat ini kondisi Gaitsa dan Kansa relatif stabil, namun hingga kini demi menjaga kesehatan dan berat badan sang bayi, pihak rumah sakit memberikan susu formula sebagai asupan makanan bayi. Kedua bayi kembar siam tersebut dirawat didalam inkubator diruang perinatologi RS. Raden Mataher Jambi.(infojambi.com/ALD)






