Kunjungan tersebut dalam rangka kerjasama dengan LSM Amphal yang membina tiga kelompok tani di Dusun Senami, Sridadi. Dalam kerjasama tersebut, Polandia akan menjadi penyandang dana, untuk program pemberdayaan masyarakat setempat. Ini terkait dengan program agroforestry.
Menurut Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hutan dan Lahan (Amphal), Aditya Noegraha, luas kebun karet masyarakat yang akan dibantu Polandia seluas 4 hektar yang terbagi dalam tiga lokasi.
Ditambahkan Aditya, kebun karet warga akan diberi tanaman sela, sehingga masyarakat tidak terlalu merasakan dampak penurunan harga karet.
Sementara saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Senami, Grzegorz Wisniewski, menceritakan dengan masyarakat kalau Indonesia dan Polandia memiliki cirri yang hampir sama.
“Indonesia lambang Negaranya Burung Garuda, sama dengan Polandia yang menggunakan lambang Negara Burung Elang. Kesamaan lain, warna bendera Polandia dan Indonesia sama, merah dan putih, hanya posisinya berbeda,” ujar Grzegorz Wisniewski setelah diterjemahkan oleh asisten bahasanya.
Setelah pertemuan dengan masyarakat Senami, Grzegorz Wisniewski diajak meninjau lokasi kebun karet. Menariknya, Grzegorz Wisniewski diajak berjalan kaki menuju lokasi.
Hanya sayang, dalam pertemuan tersebut, tidak dibahas mengenai perambahan hutan dan pelestarian kayu Bulian dalam Tahura Senami yang hampir punah. (infojambi.com/WAN)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee
