"Saat ini, berdasarkan hasil dari TKP oleh petugas, belum dipastikan seperti apa kejadiannya. Namun petugas masih memproses kejadian ini, untuk sementara waktu belum ditemukan motif pembunuhan dan siapa pelakunya, mudah-mudahan beberapa hari kedepan sudah terungkap motif dan pelakunya," ujar Kasat Reskrim Polres Batanghari H. Sukamto, Rabu (30/5).
Penemuan sesosok mayat perempuan hamil tersebut membuat heboh warga Dusun Johor Baru Desa Bungku Kecamatan Bajubang. Informasi yang diperoleh, mayat tersebut diketahui berinisial Rena (37) binti Hasibuan warga Rt 01 Dusun Johor Baru kecamatan Bajubang. Ditemukan warga sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (28/5). Ironisnya lagi, mayat perempuan tersebut dalam kondisi hamil 6 bulan, warga menemukannya setelah tewas selama 6 hingga 7 hari.
Seorang warga setempat yang enggan sebutkan namanya, mengungkapkan, penemuan mayat berawal dari kecurigaan warga setempat dengan bau yang menyengat dari rumah korban. Merasa penasaran, beberapa orang warga memberanikan diri untuk mengetahui bau yang menyengat dari arah rumah korban.
"Beberapa orang warga awalnya tidak berani mendekati rumah, namun warga memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah tersebut. Di dalam kamar korban ditemukan dengan kondisi berpakaian lengkap, namun pakaian korban berlumuran darah," ungkapnya.
Menurut Warga, di TKP ditemukan alat berupa cangkul yang masih berlumuran darah. Diduga beberapa hari sebelum mayat ditemukan telah terjadi pembunuhan, ketika ditemukan warga, bau mayat sangat menyengat, dan kondisi tubuh korban sudah membengkak. "Diduga kuat pembunuhan terjadi 6 hari sebelum jahat ditemukan warga," jelasnya.
Setelah mayat ditemukan, beberapa orang warga bergegas melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian Polsek Bajubang. Anggota Polsek Bajubang lansung melakukan pengecekan TKP. Tak lama kemudian mayat perempuan dalam kondisi hamil 6 bulan tersebut dilarikan ke rumah sakit Hamba Muara Bulian.
"Kalau kami melihat kondisi mayat saat itu, hanya pada bagian muka yang hancur, pada bagian lain tidak terlihat luka," timpalnya.
Hingga berita ini diturunkan, hasil visum dokter Hamba Muara Bulian belum diketahui. Hanya saja menurut informasi, pada bagian kepala korban ada sedikit bekas pukulan, sehingga kepala korban dan wajahnya nyaris tidak bisa dikenali oleh warga setempat yang menemukan mayat tersebut. (infojambi.com/ADE)






