Sementara, Saman dikenal oleh masyarakat hanya sebagai mantan kepada dusun (kadus) sekitar tiga tahun lalu. "Saman dikampung ini hanya dikenal sebagai mantak kadus yang menjabat sekitar tiga tahun lalu," ujar salah seorang warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
Menurut warga, aksi yang dilakukan Saman ini sudah berlangsung sekitar lima tahun. Dalam satu hari, Saman bisa menikahkan minimal dua sampai lima orang pasangan.
Saman pun memasung tarif khusus, setiap pasangan yang ingin dinikahkan harus membayar sejumlah uang kisaran Rp. 1.5 juta sampai Rp. 2 juta. Anehnya lagi, setiap pasangan yang ingin dinikahkan tidak perlu membawa wali, karena Saman telah menyediakan wali sendiri.
"Dalam menjalankan aksinya, Saman dibantu oleh dua orang anak buahnya yang bertugas sebagai wali gadungan dan saksi," ungkap warga.
Sebenarnya, sejak diketahui aksi tersebut, perangkat desa telah melaporkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) Singkut, namun sampai saat ini Saman dengan leluasa tetap menjalankan prakteknya tersebut. (infojambi.com/RDY)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee

