Penghentian pasokan tersebut buntut dari pihak SPBU yang melayani pembelian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah banyak. Aksi itu dipergoki sendiri oleh tim Pertamina yang melakukan pantauan terhadap SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Bupati (Wabup) Bungo, H Mashuri menegaskan, mulai Senin (26/3) SPBU tersebut tidak lagi mendapat pasokan BBM selama satu bulan,” ujar Mashuri pada wartawan Minggu siang tadi.
Menurut Wabup, meski secara aturan keputusan yang diambil pihak pertamina sudah benar, namun selaku kepala daerah dia berharap ada peninjauan ulang terhadap keputusan itu. Pasalnya, saat ini kebutuhan terhadap BBM di Bungo sangat tinggi.
“Kalau pasokan distop, otomatis antrean di tempat lain semakin panjang. Ini akan merugikan kita semua. Jatah minyak berkurang sehingga sulit didapat,” imbuh Wabup.
Tidak ingin hal itu benar-benar terjadi karena dapat membuat keadaan semakin sulit, Wabup melayangkan surat ke Pertamina untuk minta pengurangan sanksi terhadap SPBU Sungai Mengkuang itu.
“Senin langsung dilayangkan suratnya, agar pertamina memberi disepensai. Pihak SPBU sudah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar Mashuri.
Wabup mengungkapkan, pertamina memang tidak akan main-main dengan ancaman sanksi sesuai UU. Untuk itu ia minta kejadian tersebut dijadikan pembelajaran bagi SPBU lainnya.
“Kalau masih melanggar lagi, konsekuensinya bisa saja berujung pada pencabutan izin,” tandas Mashuri. (infojambi.com/MUB)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee

