“Jadi gubernur harus berani bertindak, kalau takut ya gak usah jadi gubernur. Mundur saja,” ucap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Gusrizal kepada wartawan di ruang rapat Komisi III, Senin (9/4).
Menurutnya tindakan perusahaan angkutan batubara sudah semena-mena sehingga dikhawatirkan menimbulkan konflik SARA. “ SARA itu bukan masalah agama saja, tapi ini lebih kepada keresahaan masyarakat,”ucapnya mengingatkan.
Gubernur Jambi selaku pemimpin rakyat hendaknya memahami masyarakatnya, bukan malah membiarkan kesemena-menaan yang dilakukan perusahaan batu bara. Menurutnya masyarakat telah jenuh mengalah. Nantinya mereka akan bertidak sporadik seperti pemblokiraan jalan, pembakaran dan lain-lain.
“Gubernur harus beri limit waktu kepada perusahaan Batu Bara yang membangkang, jika tidak tercapai keluarkan saja moratorium, stop semua angkutan Batubara,” tambahnya.
“Saya salut dan mendukung sikap Bupati Batang Hari. Sayangnya kenapa gubernur tidak seperti itu,” ucapnya. (infojambi.com/AZM)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee
