Bahkan Bupati Merangin Drs H Nalim SH MM beserta Kapolres dan Dandim sudah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SPBU untuk menertibkan antrean penjang di SPBU. Selain itu juga telah mengeluarkan Maklmuat Kapolres Merangin dengan berbagai sanksi dan ancaman bagi penyelewenangan BBM yang dipasang dengan spanduk ukuran yang cukup besar di lokasi SPBU.
Sedangkan Pemda Merangin telah mengeluarkan pembatasan pengisian BBM bagi kendaraan roda dua Rp 20 ribu dan roda empat Rp 100 ribu. Serta adanya kartu kendali bagi pengisian khusus di pedesaan.
Pantauan InfoJambi.com, Selasa (10/4), antrean panjang masih terjadi di SPBU yang terlatak tidak jauh dari samping Kantor Bupati Merangin di kelurahan Pematang Kandis Bangko. Baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat hingga damb truck.
Pemicu antrean panjang tak lain, karena masih banyaknya kendaraan yang melakukan antrean berulang-ulang kali. Setelah melakukan antrean, lantas BBM yang berada dalam tengki kendaraan di sedot untuk disalinkan ke dalam gallon yang telah disedaikan untuk selanjutnya dijual dengan harga yang cukup tinggi, yakni Rp 6.000/liter hingga Rp 8 ribu/liter.
Sedangkan untuk harga premium enceran di Pasar Bangko dan sekitarnya masih berkisar Rp 6 ribu/liter. Walaupun saat akan adanya isu BBM akan naik per 1 April lalu harga BBM sempat Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu di Bangko. Karena banyak pedagang yang menimbun BBM. Bahkan tidak sedikit para penimbun BBM yang ditangkap oleh kepolisian, hingga meringkuk ke dalam penjara.
"Harga BBM jenis bensin Rp 6 ribu/liter tidak masalah bagi kita di Bangko ini, asal BBM nya ada. Begitu juga kalau pemerintah menaikkan BBM tidak masalah juga, sekarangnya BBM di SPBU yang membelinya hanya pelansir saja dan masyarakat umum tidak pernah lagi membeli BBM di SPBU," kata Doni, salah seorang warga Pasar Atas Bangko. (infojambi.com/ERW)





# PENEBANG LIAR RAMBAH HUTAN KONSERVASI
= Hari gini masih main kayu ?...
# KORUPSI DI INDONESIA SUDAH SANGAT PARAH
= Kalo mau tegakkan hukum, jangan pandang bulu...
# DOKTER "RIBUT" DENGAN WARTAWAN
= Jangan asal nuduh bae, Dok !!!
# MENKO KESRA BATAL KE JAMBI
= Pak Agung sering nian ke Jambi. Bosan kaleee

