KOTAJAMBI – Berdasarkan data yang diperoleh dari Pihak Kepolisian, sedikitnya ada 5 orang korban dalam peristiwa bentrokan antara Polisi dan Warga yang terjadi di Desa Lubuk Landai Kabupaten Bungo, selasa (15/05).
Kabid Humas Polda, AKBP Almansyah mengatakan, dari lima orang korban, satu warga dilaporkan menderita luka tembak dibagian paha sebelah kanan, dan empat anggota polisi menderita luka ringan akibat terkena lemparan ratusan warga yang emosi.
“warga yang menderita luka tembak diirawat di RSUD Hanafie Bungo, sedangkan 4 personil Polri luka ringan sudah dipulangkan, mereka menderita luka dibagian pelipis mata dan kaki, untuk identitas para korban belum diketahui pasti,” ujar Almansyah, rabu (16/05).
Kerusuhan tersebut berawal, saat anggota PMS Polsek Tanah Sepenggal melakukan razia penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Tanah Bekali, selasa (15/05) sekitar pukul 16.00 wib, saat itu anggota hanya berhasil mengamankan mesin dompeng, sedangkan para pelaku berhasil kabur.
Saat polisi hendak membawa barang bukti ke Mapolsek Tanah Sepenggal ditengah jalan ada sekitar 150 orang massa diduga warga Tanah Bekali menghadang dan melempari korps baju coklat, merasa terpojok akhirnya salah seorang personil, AIPDA Asnawi melepaskan tembakan dan mengenai seorang warga, Hamdan (21) tepat dibagian paha sebelah kanannya.
Hal tersebut kontan saja membuat massa marah dan membakar serta melempari Polsek Tanah Sepenggal, satu motor dinas polisi jenis RX King juga ikut dibakar, bahkan rumah AIPDA Asnawi di Desa Lubuk Landai menjadi sasaran amuk warga hingga dibakar massa. Tidak hanya itu, 6 ruko dan satu unit mobil avanza di Desa Lubuk Landai turut dibakar massa.
300 personel polisi dari Polres Bungo, Tebo, dan Merangin diterjunkan untuk mengatasi massa yang emosi, bahkan TNI AD dan Satpol PP juga ikut dilibatkan.(infojambi.com/ALD)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
