KOTAJAMBI – Anggota satuan reskrim Mapolres Bungo akhirnya berhasil menangkap tiga orang tersangka dalam kasus kerusuhan yang merusak  Polsek Tanah Sepenggal, dan membakar 6 ruko, satu rumah serta satu unit motor dinas polisi jenis RX king dan satu unit mobil Toyota avanza. Satu diantaranya merupakan otak pelaku (intelektual deader).

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah mengatakan, dua tersangka tersebut yang berhasil diamankan adalah, Muhamad dan DT warga Desa Tanah Bekali serta Muhamad Heri, warga Desa Empelu, Kec. Tanah Sepenggal, Kab. Bungo. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, rabu (23/05).

“tersangka M adalah otak pelaku penyerangan tersebut ditangkap lebih dulu, kemudian polisi meringkus MH dan DT sore harinya,ketiga tersangka ditangkap dirumahnya masing-masing, sekitar pukul 04.00 wib, tanpa perlawanan,” ujar Almansyah.

Almansyah menambahkan, penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan 17 orang saksi, dan hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan.

“saat ini ketiga tersangka masih diperiksa secara intensif guna mencari tahu adanya keterlibatan tersangka lain,” tambah Almansyah.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah menetapkan 16 orang tersangka dalam kasus tersebut, namun baru tiga orang yang berhasil diamankan.

Hingga kini belum diketahui pasti pemicu insiden tersebut, Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Herman Suriyono dan Kasi Propam Polres Bungo IPDA Amran mengatakan, tim Polres dan tim dari Polda Jambi sudah diturunkan ke lokasi. Namun tim menemukan tiga versi pemicu kejadian yang menyebabkan rumah dan ruko oknum Polisi yang dibakar.

Pertama, warga sekitar mengatakan, awalnya Polisi memang razia PETI, namun saat akan pulang, begitu melihat korban Hamdan, tidak jauh dari lokasi, ia langsung ditembak anggota. Kedua, korban awalnya sedang kumpul bersama beberapa orang di jalan hendak pulang, kemudian ia lari begitu melihat anggota datang, saat itulah ia langsung ditembak pada bagian kaki.

Sementara keterangan anggota yang sudah diperiksa, pihaknya begitu pulang dari razia, kemudian di jalan dihadang oleh sekitar ratusan orang warga Tanah Bekali. Salah seorang anggota kemudian mengeluarkan tembakan keatas sebagai peringatakan. Pihak kepolisian mengaku kesulitan mencari faktor pemicu kerusuhan tersebut lantaran teman korban yang saat itu ada dilokasi kejadian, Said belum bersedia datang ke Polres untuk dimintai keterangan.

Dugaan sementara dari pers release yang dikeluarkan Polda Jambi, kerusuhan berawal saat polisi hendak membawa barang bukti ke Mapolsek Tanah Sepenggal ditengah jalan ada sekitar 150 orang massa diduga warga Tanah Bekali menghadang dan melempari korps baju coklat, merasa terpojok akhirnya salah seorang personil, AIPDA Asnawi melepaskan tembakan dan mengenai seorang warga, Hamdan (21) tepat dibagian paha sebelah kanannya.

Hal tersebut kontan saja membuat massa marah dan membakar serta melempari Polsek Tanah Sepenggal, satu motor dinas polisi jenis RX King juga ikut dibakar, bahkan rumah AIPDA Asnawi di Desa Lubuk Landai menjadi sasaran amuk warga hingga dibakar massa. Tidak hanya itu, 6 ruko dan satu unit mobil avanza di Desa Lubuk Landai turut dibakar massa.(infojambi..com/ALD)

Follow twitter kami @infojambidotcom |

Berita Terkait