MUARABUNGO — Sungguh malang nasib Siti Zahara (8), pasien penderita gizi buruk di RSUD H Hanafie Muara Bungo. Ia harus menghadapi sakitnya hidup tanpa didampingi oleh orang tuanya, Tayib dan Masytoh.
Warga Dusun Sungai Letung, Bathin III Ulu, Bungo itu hanya pasrah dengan kondisinya yang hanya makan dengan apa yang diberikan oleh pihak rumah sakit, tanpa ada perhatian dari pihak keluarganya.
Ditemui di ruang perawatan anak RSUD Hanafie Muara Bungo, Kamis (21/6), Siti Zahara hanya terlihat terbaring lesu dengan rambut di kepalanya yang sudah hampir habis karena rontok. Tatapan matanya kosong.
Kepala Ruangan Perawatan Anak, Andriyani Nova mengaku pasien tersebut sudah lama diantarkan oleh bidan dusun setempatnya ke rumah sakit. Namun anehnya, hingga 15 hari terbaring di rumah sakit, orangtuanya tidak pernah datang menjenguk bocah itu.
“Dia masuk tanggal 7 Juni lalu. Hanya diantarkan oleh bidan desa. Orang tuanya tidak pernah kesini,” ujar Andriyani.
Hanya kakaknya yang masih duduk di bangku kelas empat SD yang menemaninya di rumah sakit. Namun, hari pertama pasien dirujuk ke rumah sakit ada seorang nenek tua yang katanya bukan nenek kandungnya yang menemani.
“Itu juga cuma sehari, habis itu nenek itu pulang ke dusunnya. Kini kakaknya yang masih kecil ini yang menemaninya,” imbuhnya yang mengaku sangat sedih melihat kondisi itu.
Menurut Kasi Pelayanan RSUD Hanafie, Hj Zaitun, faktor ekonomilah yang membuat anaknya itu ditelantarkan oleh orang tuanya.
“Kata orang memang begitu, tapi kita tidak tahu pastinya karena mereka belum pernah kesini,” simpulnya.
Terkait dengan kondisi pasien, kini mulai membaik jika dibanding saat baru dirujuk lalu. Sekarang sudah bisa ketawa. Dulu sangat kurus badannya.
Kabarnya ibu bocah itu memiliki keterbelakangan mental, sementara ayahnya juga dalam kondisi kesehatan kurang baik. (infojambi.com/MUB)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
