ist (net)MUARA BUNGO – Meski memiliki keuangan yang cukup, tetapi sebagian orang yang kaya di kabupaten Bungo masih saja ingin memanfaatkan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan program pro rakyat. Ini terlihat dari banyaknya permintaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) pada tahun 2011.
“Kadang kami temui setelah ditempatkan di ruang kelas sesuai yang digratiskan pemerintah, malah mereka (pasien) ingin pindah ke yang VVIP,” ujar Asisten I Setda Bungo, Tobroni, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/4).
Menurutnya, program tersebut hanyalah diperuntukkan bagi kalangan yang tidak mampu. Bahkan akibat tingginya permintaan tersebut, Pemda Bungo harus terhutang dengan RSUD setempat sebesar setengah miliar rupiah.
Thabroni mejelaskan, utang yang menjadi beban Pemkab Bungo itu akibat membeludaknya pasien masyarakat miskin yang menggunakan SKTM. Untuk menutupi utang tersebut, pihaknya berharap pada 2012 ini masyarakat yang menggunakan SKTM bisa lebih berkurang dari tahun sebelumnya.
“Anggaran kita untuk SKTM 2011 Rp 1 miliar. Tapi pengeluaran untuk itu sebesar Rp 1,5 miliar, jadi kita masih nunggak,” bebernya.
Agar klaim pasien pemegang SKTM tidak membengkak seperti pada 2011, menurut Tobroni, tahun ini pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Rio (kepala desa) atau lurah dan camat supaya tidak mudah mengeluarkan SKTM.
“Pemerintah dan RSUD sudah sepakat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin. Tapi tentunya harus lebih selektif lagi. Jangan sampai ada warga yang mampu tapi dalam berobat menggunakan SKTM atau jamkesmas atau jamkesmasda. Pendataan ini harus benar-benar tepat sasaran kepada yang berhak menerimanya,” tuturnya lagi. (infojambi.com/MUB)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
