images/berita/wanita-keluarga/betri.jpgKOTAJAMBI- Betri Jari Ayu Oktafia, remaja 14 tahun, asal Tanjung Johor tergolek lemah di rumahnya RT 05 kelurahan Tanjung Johor kecamatan Pelayangan. Sejak pertengahan 2011 pelajar SMP kelas 3 ini mengeluhkan sering pusing. Namun karena dianggap biasa, orangtuanya cuma memberikan obat- obatan yang dijual di warung.
Bulan Desember 2011 sakit dirasakannya semakin parah dan puncaknya pada Januari 2012 kondisi badannya drop dan semakin kurus. Orang tua Betri kemudian membawanya ke puskemas terdekat.
Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Hbnya hanya 3/mg. Karena merasa sakit yang diderita Betri cukup parah, pihak puskesmas merekomendasikannya untuk dibawa ke Rumah Sakit Raden Mattaher. Hasil pemeriksaan, remaja berkulit hitam manis ini didiagnosa menderita Leukeumia.
Dia sempat dirawat selama 3 minggu namun dibawa pulang karena kondisi keuangan orangtuanya yang tak memungkinkan untuk dirawat lebih lama. Satu bulan kemudian kondisinya Hb-nya drop dan kembali masuk rumah sakit, bahkan sempat masuk ruang ICU.
Cukup miris nasib remaja berprestasi dengan cita-cita tinggi ini. Di saat teman- temannya sibuk persiapan UN, dia harus tabah melawan penyakitnya. Sejak Maret ini Betri tidak bisa sekolah.
Dokter menyarankan agar Betri dibawa ke rumah sakit di Palembang atau Jakarta. Ayah Betri, Bukhori yang hanya seorang buruh pabrik tak mampu lagi membiayai pengobatan putrinya.
Bukhori sangat mengharapkan uluran tangan dermawan untuk membantu pengobatan anak sulungnya. Betri kini hanya bisa meminum obat- obatan herbal yang diperoleh dari sumbangan berberapa pihak. (infojambi.com/LERY)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
