images/ani.jpgimages/ani.jpgJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Melani Leimina Suharli mendukung Ani Yudhoyono sebagai capres 2014 mendatang. Pencalonan istri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut karena yang bersangkutan dianggap layak dan memenuhi kapasitas sebagai capres perempuan. Selain berkeinginan keras belajar, Ani Yudhoyono sudah sepuluh tahun mendampingi SBY sebagai Presiden RI.

“Itu kalau boleh, saya menyalonkan Ibu Ani Yudhoyono sebagai capres 2014. Selain saya anggap beliau itu layak dan sudah mempunyai pengalaman mendampingi Pak SBY selama sepuluh tahun terakhir ini, “ ujar  Melani bersama Nurul Arifin dalam diskusi bertema “Memperkuat Peran Politik Perempuan, dalam Konstitusi dan Praktek”, di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (14/5).

Politisi Demokrat tersebut berharap politisi perempuan yang tersangkut masalah hukum dalam dugaan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati di DPR RI, jangan dijadikan kesimpulan bahwa perempuan itu tidak bisa menjadi pemimpin.

“Kalau mereka yang tersangkut kasus hukum itu oknum yang kebetulan perempuan. Jadi, jangan disamaratakan,” katanya.

Menyinggung capres perempuan, Nurul Arifin menegaskan bahwa siapapun yang mempunyai kapasitas berhak menjadi capres. Namun dalam sepanjang sejarah politik di dunia, perempuan yang muncul menjadi pemimpin negara itu tidak lepas dari kekuatan lelaki di sekitarnya. 

“Sebutlah Megawati jelas putrinya Bung Karno, Ratu Atut Chosiyah putrinya Jawara Banten, dan untuk Ani Yudhoyono saya tak bisa komentar karena Golkar sudah mencalonkan Aburizal Bakrie. Yang pasti siapapun yang mempunyai kapasitas berhak menjadi capres,” ujarnya. 

Ketika didesak wartawan, Nurul pun menyatakan kemustahilannya bakal menjadi capres.

“Saya bukan anak siapapu ndan tak punya apapun, baik modal politik dan sosial. Itu tidak mungkin. Kecuali ada people power pun, wooow! Itu juga tidak mungkin, “ ujar anggota komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu. (infojambi.com/bs)