SUNGAIPENUH — Keberangkatan kontingan Kota Sungai Penuh mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi di Kabupaten Sarolangun menyisakan masalah. Kontingen sempat menolak berangkat akibat tidak cairnya uang saku dan uang makan untuk selama perjalanan, termasuk soal dana transportasi kendaraan yang dipakai untuk ke Sarolangun.

“Kalau kondisinya seperti itu mau bagaimana lagi ? Tidak mungkin kami menggunakan dana pribadi untuk makan di jalan, sementara yang diperjuangkan adalah nama baik daerah,” ujar seorang atlet yang enggan namanya disebutkan.

Sekretaris KONI Kota Sungai Penuh, Dedi Iryanto, mengakui adanya masalah itu. Atlet minta uang makan di jalan dan uang saku selama di Sarolangun diserahkan terlebih dahulu. KONI sendiri bingung melihat kondisi tersebut.

Ketua KONI Kota Sungai Penuh, Suprawadi, menyatakan bahwa atlet bukannya menolak berangkat, tapi waktu itu dana yang akan dibawa berangkat memang tidak ada. Ia menyadari para atlet harus makan di jalan, mobil juga mesti dibayar.

Suprawadi menilai pihak dispora mementingkan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti pengurusan asuransi. Mereka mendatangi DPPKA sampai lima kali untuk mengurus asuransi, sementraa dana yang penting tidak diurus.

“Asuransi atlet Kota Sungai Penuh diurus sampai ke Padang, padahal di Jambi juga bisa membuat asuransi. Dana asuransi mencapai Rp 40 juta, namun kontribusinya untuk Jambi tidak ada,” tandas Suprawadi. (infojambi.com/AS)