KUALATUNGKAL - Dunia sepak bola di Tanjabbar kembali tercoreng. Adu jotos antara pemain Tungkal Ulu dan Renah Mendaluh membuat suasana pertandingan semi final Bupati Cup menjadi ricuh. Bahkan, pendukung kesebelasan Tungkal Ulu juga ikut masuk ke lapangan.

" Inilah budaya kita, sedikit-sedikit ribut, harusnya sportif," kata Yanto, salah satu penonton.

Dia juga menyesalkan, pendukung dari salah satu tim ikut membantu perkelahian tersebut.

" Biarlah pemain yang berkelahi, pendukung dari luar jangan ikut campur," tukasnya.

Perkelahian antara kedua tim terjadi pada menit 15, babak pertama. Awalnya, salah satu pemain Renah Mendaluh bernomor punggung 8 melakukan sleding terhadap pemain Tungkal Ulu bernomor punggung 18. Tak sabar, pemain asal Tungkal Ulu memukul pemain lawannya.

Akibat kejadian itu, hampir kedua tim saling adu jotos. Wasitpun sulit merelai perkelahian tersebut. Puluhan aparat keamanan langsung memisah perkelahian tersebut. Pertandingan di babak pertama sempat di skor 2 menit. Pertandingan akhirnya dilanjutkan. Selang 5 menit, kesebelasan Renah Mendaluh, berhasil menjebolkan gawang Tungkal Ulu. Sorakan suporter Renah Mendaluh membuat semakin menambah semangat tim.

Permainan kembali dilanjutkan. Kedua tim saling adu kekuatan dan teknik. Meski bermain di lapangan becek, pemain tetap semangat. Gol demi goal dilakukan tim Renah Mendaluh. Akhirnya, Renah Mendaluh unggul 3-0. Ajang pertandingan sepak bola Bupati Cup telah digelar seminggu lebih. Pertandingan ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT RI dan HUT Tanjabbar. Besok, tim yang memperebutkan juara satu dan dua adalah kesebelasan Tungkal Ilir dan Renah Mendaluh.(Infojambi.com/DAM)