MUARA BUNGO - Buntut amuk warga Dusun Tanah Bekali, Tanah Sepenggal, Selasa (15/5) sore, Kapolres akhirnya mencopot Kapolsek Tanah Sepenggal, AKP Afrizal. Belum diketahui siapa penggantinya, karena saat ini Polres Bungo masih melakukan perbaikan internal.
Kapolres Bungo AKBP.Drs.Budi Wasono dan Kabag Ops Kompol Swittanto Prasetyo mejelaskan, AKP Afrizal akan ditarik ke Mapolres, dalam rangka pemeriksaan. Kabag Ops juga menambahkan, personel yang berjaga di lokasi juga akan diroling.
“Ditarik ke Polres dalam rangkap pemeriksaan,” kata Kapolres, melalui pesan singkat.
Kabar yang berkembang menyebutkan, seluruh personel kepolisian di Tanah Sepenggal juga akan diroling. Pergantian dikabarkan akan dilakukan Jum’at di Mapolres Bungo. Hanya saja, Kabag Ops menapik isu ini.
“Kondisi di lokasi sudah aman. Tentang roling semua personil di sana tidak ada,” katanya.
Sebagaimana diketahui, amuk warga yang awalnya dari Dusun Tanah Bekali ini akhirnya melibatkan beberapa dusun sekitar. Massa emosi karena salah satu warganya Hamdan (15), diduga tertembak oleh Polisi saat razia PETI.
Kemarahan warga dilampiaskan dengan membakar ruko enam pintu dan satu rumah milik oknum Polisi yang diduga menembak warga itu, Asnawi. Satu motor dinas Polisi dibakar dan isi Mapolsek dihancurkan.
Kapolda Jambi Brigjen Pol Anang Iskandar langsung turun ke lokasi sore Selasa, kemarin, untuk menenangkan warga. Sementara bupati, wakil bupati, ketua DPRD dan anggota juga turun ke lokasi. Personil Polisi dan Bangko, Tebo dan anggota TNI juga diperbantukan malam harinya. Namun hal ini tidak mengurangi emosi warga.
Warga sekitar tumpah ruah di dekitar pasar Lubuk Landai. PLN terpaksa matikan listrik, karena takut terjadi kebakaran lebih besar. Satu unit Damkar yang duturunkan ke lokasi terpaksa berbalik arah, karena terus dilempari warga. Beruntung dalam amuk massa ini tidak ada korban jiwa. Namun enam orang personel Polisi terkena lemparan batu, termasuk leher Kapolres Bungo. (infojambi.com/MUB)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
