KUALATUNGKAL - ESDM tidak lagi membangun sumur bor pada 2013 mendatang. Pasalnya, sumur dalam menghasilkan kualitas yang lebih baik ketimbang sumur bor, meski biayanya lebih besar.
"Tahun 2013 kita tidak lagi membangun sumur bor," ujar Kepada Dinas ESDM Tanjabbar, Yon Ery.
ESDM juga akan melakukan survei untuk mencari lokasi cekungan air sebagai lokasi pembangunan sumur dalam pada 2013 mendatang.
"Cekungan air tanah tersebut merupakan sumber lapisan air dan sebagai lokasi pembangunan sumur dalam," kata pria berkulit putih ini.
Keterangan yang dihimpun, hampir setiap tahun, Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) membangun sumur bor. Nyatanya, belum memberikan kualitas air yang memadai karena hanya menyentuh permukaan air.
Sesuai hasil pemetaan secara nasional, lanjutnya wilayah Tanjabbar memiliki potensi cekungan air. Tahun 2013 mendatang, lanjutnya pembangunan sumur dalam dilakukan berdasarkan hasil survei tim ESDM.
"Jadi tidak semua lokasi akan dibangun sumur dalam. Walau ada aspirasi bagi masyarakat, namun tidak ada cekungan air tanah, kita tidak bangun sumur dalam," tegasnya.
Di Kabupaten Tanjabbar, wilayah Ilir umumnya memiliki tanah gambut dan rawa. Sementara di wilayah Ulu, umumnya bertanah keras. Meski begitu, pihaknya optimis cekungan air akan ditemukan di wilayah Ilir dan Ulu.
Pria berkacamata ini tak menampik, pembangunan sumur dalam nantinya akan mengeluarkan biaya sangat besar dibanding pembuatan sumur bor. Saat ini, satu unit sumur bor dianggarkan sebesar Rp 65 juta.
"Sumur dalam bisa sampai 400 meter baru ketemu air, kalau sumur bor hanya 120 meter. Tapi sumur dalam kualitas airnya lebih baik," sebutnya.
Disinggung mengenai pembangunan sumur bor, tahun ini pihaknya akan membangun sebanyak 54 unit sumur bor di 13 kecamatan. (infojambi.com/DAM)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
