MUARASABAK - Sopir pompong yang biasa menyebrangkan penumpang disekitar Jembatan Muara Sabak meradang. Pasalnya bila Jembatan Muara Sabak telah diresmikan dan layak dipergunakan, maka sopir-sopir pompong itu akan kehilangan mata pencaharian.Untuk itu semua sopir meminta agar Pemkab setempat bisa mencari solusinya.

"Karena itu kami meminta bantuan kepada pemkab," ujar Mansyur, salah seorang sopir pompong ketika dikonfirmasi dipelabuhan penyebrangan Muara sabak jumat (20/7).

Dikatakannya, sebenarnya ia senang bila jembatan Muara Sabak. Tapi dengan difungsikannya jembatan tersebut maka ia harus berfikir untuk mencari mata pencahrian baru.

"Kalau tidak ada sumber penghasilan lagi, mau dikasih apa makan anak istri kami," liriihnya.

Mansyur pun berharap ada upaya pemkab untuk memperhatikan nasib ia dan rekan seprofesinya. Jangan sampai tidak ada realisasi nyata dari pemkab setempat.

"Masa mau dibiarkan kami menganggur setelah jembatan berfungsi," katanya.

Ditanya apakah pernah dijanjikan bantuan dari pemkab? Mansyur mengungkapkan pernah, ia dan rekannya dijanjikan bila jembatan telah rampung bagi para penambang yang ingin melaut, maka pemkab akan memberikan bantuan berupa alat tangkap.

"Sedangkan bagi yang ingin bertani akan diberikan alat pertanian,tapi kita semua  tidak tahu pasti yang menjanjikan tersebut adalah pemkab setempat atau bukan,karena bisa saja ini hanya janji belaka tanpa ada realisasi nyata," terangnya.

Yudi Hariyanto, salah seorang Wakil Rakyat dari DPRD Tanjabtim mengatakan, pasca telah difungsikanmya jembatan Muara Sabak nanti, maka pemkab dan DPRD Tanjabtim harus ada perhatian khusus.

"Dan mencari solusi apa, agar mata pencahrian sopir pompong tidak hilang," ungkapnya.

Ditambahkannya, kepedulian dari pemkab harus ada berupa jalan keluar untuk menafkahi keluarga sopir pompong.

"Hampir seratus orang sopir pompong yang akan kehilangan mata pencahrian, bila jembatan Muara Sabak difungsikan. Maka harus ada bantuan bagi sopir pompong setelah tidak lagi membawa pompong," tandasnya. (infojambi.com/HIP)