MUARATEBO — A (30) dan AR (32), warga Dusun Sungai Bengkal Barat, Tebo Ilir, hilang misterius dari dusunnya sejak 14 Agustus lalu. Diduga pasangan yang sama-sama sudah punya suami dan isteri serta anak ini sepakat menghilang karena selingkuh. Kedua belah pihak membenarkan kejadian ini.

Dikabarkan, A pergi diam-diam dengan meninggalkan dua orang anaknya, R (kelas 1 MTS) dan N (kelas 1 SD). Sementara M, istri AR, mengatakan, suaminya juga pergi diam-diam meninggalkan dirinya dan anak-anaknya.

Diduga kuat keduanya pergi bersama, karena selain menghilang serentak, dicurigai selama ini keduanya menjalin hubungan asmara. Laki-laki yang membuka Rumah Makan Cabang Citra di Pasar Sungai Bengkal ini diduga sering bertemu dengan A.

“Untuk bukti kuat perselingkuhan mereka selama ini memang belum ada, namun isu yang berkembang saya dengar seperti itu,” kata Arpandi.

Dugaan Arpandi, keduanya pergi pada malam hari. Hal ini didasari atas kesaksian seorang warga sekitar yang melihat A menyeberang sungai sore harinya dari Sungai Bengkal Barat ke Pasar Sungai Bengkal.

Kedua belah pihak sangat menyayangkan kejadian ini, karena anak-anak mereka menjadi terlantar. Usia keduanya, apalagi AR, tidak lagi muda. Selain itu, selama ini juga diketahui tidak ada masalah dengan pasangan masing-masing.

Mereka pergi tanpa pamit dan tidak jelas tujuannya. Juga diketahui mobil Kijang milik Syafi’i, BH 1485 AG dibawa kabur.

“Saya sebagai sepupunya kasihan melihat anak-anak yang ditinggalkan. Dua anak A ini terlihat sedih, mereka tidak mau banyak bicara akhir-akhir ini,” kata Arpandi lagi.

Kapolsek Tebo Ilir, Iptu Sukri, mengaku sudah mendengar cerita itu. Hanya saja pihaknya belum menerima laporan tertulis. Jika kedua pihak punya bukti-bukti kuat keduanya menghilang karena hubungan asmara, polisi akan mengusut kasus ini.

“Kabar itu memang ada. Kami tentunya tidak tinggal diam kalau memang ada bukti yang menguatkan dari pihak keluarga yang menjadi korban,” kata Kapolsek. (infojambi.com/TEO)

Follow twitter kami @infojambidotcom |

Berita Terkait