images/bentrok-3.jpgimages/bentrok-3.jpgMUAROBUNGO - Warga Dusun Tanah Bekali Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo mengamuk, Selasa sore (15/05). Akibatnya, 6 rumah toko dibakar  warga dan kantor polsek dirusak.

Amukan warga dipicu razia oleh Anggota Polsek Tanah Sepenggal terhadap penambang emas illegal dengan cara menembak batu. Pecahan batu sempat mengenai kaki salah seorang warga, Hamdan (15), sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hanafi Bungo.Hingga dini hari, massa masih melakukan perlawanan terhadap polisi.

Sebelum bentrokan terjadi Bupati Bungo Sudirman Zaini, Kapolres dan Ketua DPRD Bungo sempat dikepung warga tetapi polisi berhasil mengevakuasi Bupati dan Ketua DPRD keluar dari kerumunan warga yang terbakar emosi.

Amukan massa ini diduga juga dipicu oleh ulah salah seorang oknum anggota Polsek setempat   berinisal Aipda A yang sering melakukan pemalakan terhadap para penambang emas illegal serta mengancam warga. 

Walaupun Polres Bungo dibantu anggota Polres terdekat serta unsur TNI berjumlah sekitar 200 personil, warga masih melakukan perlawanan dengan cara melempar batu dan botol yang berisikan bensin.

Selain merusak rumah toko, 2 unit motor milik polisi dibakar serta merusak kantor Polsek Tanah Sepenggal, Kapolres Bungo AKBP Budi Wasono mengalami luka memar bagian pipi akibat lemparan batu.

Kapolres Bungo AKBP Budi Wasono menjelaskan saat razia terhadap penambang emas illegal, memang anggotanya sempat melakukan penembakan ke arah batu sehingga mengenai salah seorang warga yang sedang menggiring ternak sapinya. Kelima anggota tersebut masih menjalani proses pemeriksaan Provos Polres. (infojambi.com/BUD)