images/berita/sma-tungkal.jpgimages/berita/sma-tungkal.jpgKUALATUNGKAL – Penerimaan siswa baru di tiga SMA di Dinas Pendidikan Tanjabbar menuai tanda tanya. Karena di Provinsi Jambi, hanya Diknas Tanjabbar saja yang turun tangan  langsung menyeleksi siswa baru.

“Saya malah baru tahu ini, kok Diknas turun langsung sebagai panitia penerimaan siswa baru. Diknas harusnya sebagai monitoring. Penerimaan siswa baru adalah tanggungjawab masing-masing sekolah,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Tanjabbar, Hamdani, Selasa (26/6).

Hamdani mengatakan, penerimaan siswa baru SMAN1, 2 dan 3 di Disdik Tanjabbar tidak menjamin penerimaan yang bersih. Menurut dia, akan sangat besar peluang penyimpangan.

“Yang tahu criteria siswa adalah sekolah. Selama ini sekolah – sekolah mampu menyeleksi dengan baik. Itu tidak ada jaminan kalau diknas ambil alih,” kata politisi dari PDIP ini.

Kata anggota DPRD Dapil Mertulu ini, anggaran penerimaan siswa baru sudah tercantum dalam plafon anggaran di masing-masing sekolah. Bukan tidak mungkin, akan terjadi penganggaran ganda.

Megawatina Sihotang, anggota DPRD lainnya juga sependapat. Menurut dia, sekolah lebih layak melakukan seleksi berdasarkan nilai ujian nasional. Jika perlu, di Tanjabbar diberlakukan sekolah favorit dengan acuan nilai UN tertinggi.

“Lebih bagus disaring berdasarkan nilai UN. Siswa akan mendaftar sesuai standar nilai yang ditetapkan di sekolah. Itu akan lebih efektif, dari pada diknas mengambil alih. Sangat disayangkan, hal seperti itu diambil alih Diknas,” kata Megawatina.

Hartono, Kabid Dikmen Diknas Tanjabbar, mengatakan tidak ada pungutan bagi siswa baru yang mendaftarkan diri ke Diknas. Katanya, panitia akan menghimpun siswa yang mendaftar untuk selanjutnya diseleksi berdasarkan nilai ujian nasional.
 
“Jika memungkinkan, nanti akan disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang telah disiapkan di masing-masing sekolah. Sementara ini masih 32 siswa per kelas,” paparnya.

Mengenai anggaran penerimaan siswa baru, Hartono mengakui tidak dianggarkan di Diknas Tanjabbar. Malah, kata dia, pihak sekolah juga dilibatkan dalam panitia PSB di lapangan kantor Diknas.

“Ya untuk konsumsi dan foto kopi berkas dari anggaran tiga sekolah itu,” ujarnya.(infojambi.com/DAM)