images/berita/beras.jpgKUALATUNGKAL – Bupati Tanjabbar, Usman Ermulan melarang beras impor masuk ke Kualatungkal. Dia meminta aparat penegak hukum segera bertindak.
“Tangkap itu yang masukkan beras luar, itu illegal,” kata Bupati Tanjabbar, Usman Ermulan Kamis (5/7).
Menurutnya ijin masuk untuk beras luar saat ini sudah ditiadakan. Jika ada beras luar masuk ke Kualatungkal, Usman memastikan beras tersebut merupakan beras selundupan.
“Lapor ke polisi atau jaksa, tangkap itu penyelundup beras. Tidak ada lagi ijin beras luar,” kata mantan anggota DRR RI ini.
Ditambahkan Bupati, beras petani juga bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan Bulog. Jika beras lokal cukup, bulog harus menyerap tanpa harus mendatangkan beras dari luar.
Sebagai stabilitator harga, Bupati meminta bulog untuk aktif, agar harga beras di pasaran tidak melonjak tajam.
“ Itu tugas bulog, sebagai penetralisir,” ungkapnya.
Sementara itu, stok beras di kantor Sub Divre Kualatungkal aman untuk dua bulan mendatang. Sebanyak 850 ton beras asal Vietnam tersedia di gudang Bulog. Kepala Subdivre Bulog Kualatungkal, Ir Bahrain Hasibuan, belum lama ini mengatakan stok tersebut mencukupi kebutuhan dua kabupaten, Tanjabbar dan Tanjabtim. Alokasi beras bulog diperuntukkan untuk raskin, bencana alam, kegiatan TMMD, dan kebutuhan narapidana di LP Kualatungkal.
Khusus Raskin, lanjut Bahrain, sebagian besar menggunakan beras lokal. Bulog Subdivre Kualatungkal telah melakukan MoU dengan petani padi di Tanjabbar. Sampai bulan ini, sudah 100 ton lebih beras lokal diserap Bulog.
Bahrain menambahkan, mengenai normalisasi harga beras di Tanjabbar, Bulog belum melakukan operasi harga pasar. Hal itu akan dilakukan sesuai permintaan Pemkab Tanjabbar.
Ditambahkan, pada tahun ini, sebanyak 247.380 kilogram beras miskin disalurkan kepada 16.492 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Tanjabbar. Kenaikan RTS memang diakui Bahrain. Hanya saja, menurut dia bukan berarti jumlah masyarakat miskin bertambah, tetapi warga yang hampir miskin juga dimasukkan dalam daftar RTS.(infojambi.com/DAM)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
