Seminar AJI. (ALDI)Seminar AJI. (ALDI)KOTAJAMBI - Dihari terakhir seminar bertajuk Transparansi Anggaran Di Jambi yang diadakan  Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Jambi bertempat Hotel Ceria Abadi, membahas lebih dalam mengenai dana hibah dan bantuan sosial (Bansos), minggu (15/7).

Dalam seminar tersebut menghadirkan dua narasumber dari akademisi dan politisi, yaitu dosen Unja, Dr. Helmi dan anggota  DPRD Kota Jambi, Safrudin dwi aprianto. Kedua pemateri tersebut mengungkapkan dalam penyaluran dana Hibah dan Bansos sangat rawan terjadi penyelewengan.

"Bahkan dana tersebut menjadi sumber bagi calon incumben untuk maju di pemilihan periode kedua, dan partai pemenang pemilu, seperti yang terjadi di Banten, ada beberapa data yang fiktif bahkan kebanyakan organisasi yang dapat dana hibah masih ada hubungan dengan penguasa," ujar Safrudin.

Salah satu faktor yang menyebabkan sangat rawannya potensi penyelewengan dana tersebut juga dikarenakan pengawasan yang lemah, disamping keterbatasan BPK sebagai pengawas eksternal pemerintah dalam mengaudit terkait masalah anggaran.

"Tidak bisa dipungkiri pengawasan dari DPRD masih lemah, dan transparansi dimana akses media masa yang sulit mendapatkan data tentang APBD, kalau di pusat sepertinya sudah mulai terbuka, karena itu kan uang rakyat harusnya publik berhak tau, tidak jelas instrumen dan lemahnya sistem saat penganggaran juga menjadi faktor terjadi penyelewengan, semuanya harus diperbaiki," ujar Helmi. (infojambi.com/ALD)

Follow twitter kami @infojambidotcom |

Berita Terkait