ilustrasi Pasar. (dok.infojambi.com)SUNGAI PENUH - Harga kebutuhan pokok di Kota Sungai penuh dan Kerinci terus mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan. Kenaikan terjadi hampir semua bahan kebutuhan sehari hari. Telur, gula, minyak, beras, ayam potong, daging dan bermacam sayur mayur.
Selain barang yang menipis juga tingginya permintaan pasar akan kebutuhan pokok sudah meningkat menjadi faktor kenaikan harga. Kenaikannya berkisar antara 7 sampai 11 persen.
Pantauan infojambi.com di Pasar Tanjung Bayure Kota Sungai penuh, Minggu (15/7), kenaikan harga kiranya tidak hanya terjadi pada aneka jenis sembako saja, seperti telur, minyak goreng, gula dan beras. Melainkan juga sudah merambah hingga ke sayur-mayur.
Menurut Basri, pedagang di pasar Tajung Bayure, untuk harga minyak goreng dari Rp 10.000 menjadi Rp. 12.000 per kilogram, gula putih dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram. Telur, dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Untuk cabai merah keriting, dari Rp 17.000 naik menjadi Rp 22.000 per kilogram. Demikian juga minyak tanah dari harga Rp 9000 menjadi Rp 13.000 per liter, sedangkan harga beras sangat terbatung jenisnya, untuk jenis padi kerinting perkeleng 16 kg Rp 120.000. sedangkan untuk R 46 Rp 125.000.- per kaleng.
"Kenaikan harga itu, sangat dirasakan sekali, masyarkat sebagai mana diutarakan oleh Ny Endah warga pondok tinggi, Sekarang lagi butuh banyak dana untuk anak masuk sekolah, ditambah lagi dibebani pula dengan kenaikan harga bahan pokok,” keluh Ny endah.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh, Ny Tuti warga Kelurahan Dusun Baru, kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dapat menimbulkan stress kalau tidak bisa membagi-bagi. "kami terpaksa mengurangi kebutuhan yang tidak perlu. Kesulitan ini, karenen bersamaan dengan biaya kebutuhan anak-anak masuk sekolah," kata Ny Tuti.
Masyarakat berharap, pemerintah dapat mencari sulusi kesulitan yang sedang dihadapi oleh rakyat.
Sementara, mengatasi lonjakan harga tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sungai penuh telah menyiapkan beberapa langkah inisiatif menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1433 H. Langkah tersebut diantaranya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok sembako secara berkala untuk melihat perubahan harga dan kelancaran distribusi.
Kepala Disperindag Kota Sungai penuh, H Asrizal, mengahadapi lonjak harga, pihaknya akan bentuk tim dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat menyelang bulan Rahmadan.
"Tim nantinya dari Dinas Pertanian dan perikanan sebagai leading sektor atau instansi yang lebih berwenang dalam hal keamanan daging serta produk olahan hasil hewan,” ujar Asrizal.
Langkah lain yang juga akan ditempuh adalah pengawasan berkala terhadap peredaran barang beredar yang dikhususkan pada pengawasan produk pangan.
“Kami ingin memonitor kelayakan kemasan dan masa kadaluwarsa makanan buka puasa dan makanan lebaran,” paparnya.(infojambi.com/AS)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
