Arakan1

Setelah sekian jam, akhirnya hujan mulai redah. Tidak satupun peserta arakan sahur mundur dari barisan. Mereka tetap semangat, memamerkan kreasi bernuansa islami, berkeliling di dalam kota Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

PADA minggu kedua arakan sahur di bulan Ramadhan, arakan budaya khas Kuala Tungkal telah diagendakan berkeliling kota, memperebutkan piala bergilir Bupati dan sejumlah hadiah dari Kantor Disporabudpar Tanjabbar.

Meski cuaca tidak mengizinkan, tak satupun peserta arakan mundur dari barisan. Mereka tetap semangat, meski basah kuyup. Peserta arakan diikuti seluruh lapisan masyarakat, ormas, remaja mesjid dan sejumlah sanggar di kota Kuala Tungkal.

“Tetap semangat, basah sedikit tidak masalah,” kata Hamdan, seorang peserta arakan sahur yang sedang menunggu hujan reda.

Setiap tahun pria yang masih duduk di bangku SMA ini aktif mengikuti arakan sahur. Bukan sekedar mengejar hadiah, namun budaya arakan sudah mendarah daging sebagai putera asli Kuala Tungkal.

“Bukan sekedar hadiah saja, tapi kami lebih asyik. Apalagi momen ini jarang digelar, kecuali bulan puasa dan malam takbir,” ujar pemuda berkulit putih itu.

Arakan3Hamdan berharap pada arakan tahun ini kelompoknya bisa meraih juara. Dari pertunjukan minggu pertama ia bersama rekan-rekannya berusaha sebaik mungkin memukul beduk, merapikan barisan, hingga melantunkan musik bernuansa Islami.

“Yang penting berusaha dulu, mudah-mudahan dapat kategori dari tim penilai,” ujarnya.

Kepala Kantor Disporabudpar Tanjabbar melalui Kasi Jasa dan Promosi Wisata, Subiarto SH, mengatakan, sekitar 40 kelompok mendaftar pada arakan sahur tahun 2012. Selama bulan puasa sebanyak empat kali arakan sahur digelar dan dinilai oleh panitia dari disporabudpar.

Beberapa hal yang menjadi penilaian dewan juri, antara lain, keindahan dan kekompakan musik, miniatur (maket), keserasian pakaian (busana muslim), kekompakan barisan dari start sampai finish, serta kedisiplinan.

Setiap kelompok ditentukan minimal beranggotakan 30 orang, dan menggandeng maksimal lima maket (diluar gerobak beduk dan mesin). Tim juri hanya menilai lima maket, lebih dari itu tidak akan menambah nilai peserta arakan.

Peserta dilarang membawa kembang api atau mercon. Jika kedapatan oleh panitia, nilai akan dikurangi. Juri berjumlah lima orang dan akan menilai peserta secara seksama.

Hadiah pemenang arakan sahur tahun ini lebih besar ketimbang tahun lalu. Juara I mendapat hadiah Rp 6 juta, juara II Rp 5 juta, juara III Rp 4 juta. Sementara juara Harapan I mendapat Rp 3,5 juta, Harapan II Rp 3 juta dan Harapan III Rp 2 juta. Sedangkan juara favorit Rp 1,5 juta.

Minggu depan atraksi akan digelar kembali. Arakan ini menjadi budaya tersendiri dan berbeda dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Pantas saja momen ini menjadi tempat hiburan dan tontonan warga Kuala Tungkal menjelang waktu sahur. (infojambi.com/DAM)

Follow twitter kami @infojambidotcom |

Berita Terkait