Cara pemuda Desa Mendahara Tengah (Menteng), Kecamatan Mendahara Ilir, membangunkan sahur. (HIPNI)Cara pemuda Desa Mendahara Tengah (Menteng), Kecamatan Mendahara Ilir, membangunkan sahur. (HIPNI)

MUARA SABAK - Aktifitas Kandar dan teman-temannya sudah menjadi kebiasaan saat Bulan Ramadhan tiba. Dengan menggunakan peralatan seadanya mereka mengelilingi perkampung mengarak sahur membangunkan warga.

Ngarak Sahur istilah yang tidak asing lagi disebut warga Kecamatan Mendahara Ilir, terutama Desa Mendahara Tengah (Menteng). saat bulan suci Ramadhan aktifitas ini sudah menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan anak-anak remaja di Desa Mendahara Tengah bahkan menjadi perlombaan yang paling baik dan paling menarik ditempat tersebut.

Selain menggunakan peralatan yang sederhana, seperti kaleng-kalengan, jerigen dan tempat cat bekas. Ngarak sahur ini ada juga dilakukan dengan menggunakan perlengkpan elektronik dan diperlengkap dengan busana arakan pengaten-pengantenan, yang mana pengantin wanitanya merupakan salah seorang pria yang didandani menjadi wanita agar menambah semaraknya dalam mengarak sahur” Hui, lucunye pangantennye sesame cowok,” ujar ibu rumah tangga dengan logat melayu yang menyaksikan arakan sahur anak-anak itu.

Selain mengarak sahur dengan menggunakan peralatan elektronik, ada juga yang menggunakan dengan peralatan yang seadanya seperti yang dilakukan Kandar dan teman-teman sebayanya. Dengan memukul gerigen, mereka memutari kampung dari RT satu ke RT lainya. Setiap malam sekitar jam 01.00 WIB dini hari, Kandar dan teman-temanya mulai mengarak sahur hingga jam 2.30 WIB. Selain menggunakankan gerigen bekas, alat lain yang digunakan seperti ember, kaleng-kelang bekas, dan batok kelapa sambil menyerukan kata-kata sahur……..sahur… dan uniknya lagi dari arak-arakan itu seringkali terdengar bait lagu-lagu dangdut yang dimodifikasi menjadi lagu religi diiringi instrument musik dari peralatan seadanya.

Dikatakanya lagi, sebelum ngarak sahur kita melakukan tadarusan, habis tadarusan baru kami mulai mengumpulkan perlengkapan untuk mengarak sahur.

“Ya itung-itung mencari amal selama bulan puasa dengan membangunkan warga untuk memasak dan mempersiapkan makanan saat sahur,” ucap Kandar saat mempersiapkan perlengkapan alat untuk mengarak sahur.

Sementara Ani salah satu ibu rumah tangga yang menyaksikan arak-arakan sahur ini rela bangun lebih awal lagi untuk melihat kretifitas anak-anak yang mengarak sahur dan melihat arak-arakan kelompok lain dengan busana pengantenan.

“Saye selalu bangun lebih awal kerene nak ningok arakan sahur,” tuturnya. (infojambi.com)