images/berita/bri.jpgimages/berita/bri.jpgMUARA BUNGO –  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bungo berkelit soal pencairan dana sertifikasi guru. Pihak  BRI Cabang Bungo mengklaim bahwa sejak awal bulan Agustus lalu uang sertifikasi guru sudah cair. Namun belum semua guru sertifikasi menerima. Alasannya, karena ada perbaikan data.

‘’Tapi sekarang semua sudah bisa cair,’’ kata Lidia, Sekretaris SDM BRI Cab Bungo, yang dikonfirmasi Selasa (7/8), seraya mengaku pihaknya  terhambat  karena banyak perbaikan data.

Selain perbaikan data, Lidia juga mengaku bahwa penyebab terlambatnya pencairan tersebut dikarenakan waktunya bersamaan dengan pencairan gaji PNS dan pensiunan. ‘’Guru penerima sertifikasi banyak. Sementara ini semua kita kerjakan diluar jam kerja, ’’akunya.

Lantas kenapa baru enam bulan dicairkan? Lidia  mengaku tidak mengetahui hal itu. ‘’Dana tersebut baru diterima BRI dari BPD (Bank Jambi,red)  sekitar dua minggu yang lalu,’’ jelas Lidia.

Apapun kata pihak BRI Cabang Bungo, namun faktanya mayoritas guru sertifikasi hingga  hari ini masih belum bisa mengambil uang mereka yang sudah enam bulan tidak dibayarkan.

‘’Pagi tadi saya ke BRI. Kata orang BRI belum bisa cair karena menunggu acc dari Diknas,’’ sebut salah seorang guru sertifikasi dari SMP 6, yang tidak mau disebutkan namanya. 

Ia-pun mempertanyakan penyebab terhambatnya pencairan dana sertifikasi guru tersebut. Sebab, dana tersebut berasal dari APBN.

‘’Ini-kan dana dari pusat. Kenapa pencairannya bertele-tele sampai enam bulan seperti ini. Jangan-jangan ada spekulasi lain yang ingin  mendapatkan keuntungan dari bunga bank ?,’’ ungkapnya dengan nada tinggi.

Guru lainnya yang ditemui infojambi juga mengungkapkan kekecewaan yang sama. Para guru yang ditemui saat berada di Bank BRI Cabang Bungo mengaku kecewa atas keterlambatan pembayaran tunjangan yang besarnya sebulan gaji pokok tersebut.

“Katanya awal Agustus ini dibayar tunjangan sertifikasi kami. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan. Jangan sampai uang yang berjumlah puluhan miliar rupiah itu sengaja disimpan di bank agar bunga uangnya digunakan untuk oknum tertentu,” ujar guru lainnya yang juga minta namanya tidak dituliskan.

Lebih lanjut ia menuturkan, untuk melihat apakah tunjangan sertifikasinya sudah dibayar apa tidak, dirinya sudah bolak-balik ke bank sejak tiga hari yang lalu.

“Apalagi orang sudah mau lebaran sudah pasti kita sangat membutuhkan dana tersebut,” keluhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Bungo,  Hardius, MM sebelumnya yang dikonfirmasi mengaku bahwa uang sertifikasi guru sudah dibayar semua.

‘’Diknas tidak mau lagi dikait-kaitkan dengan persoalan ini. Sebab kita sudah lama menyerahkan dananya ke BPD (Bank Jambi,red) dari BPD baru ke BRI untuk dibayarkan ke guru,’’ tandas Hardius.(infojambi.com/MUB)